<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031</id><updated>2012-01-31T08:48:25.524+07:00</updated><category term='durian'/><category term='pakan'/><category term='Ikan Louhan'/><category term='Ayam'/><category term='Ikan Cupang'/><category term='Lobster Air Tawar'/><category term='Apel'/><category term='kolam'/><category term='ikan air tawar'/><category term='Jeruk'/><category term='kelinci'/><category term='Live Bearer'/><category term='Cacing Tanah'/><category term='Bunga'/><category term='Alpukat'/><category term='Ikan Mas'/><category term='Strawbery'/><category term='Sapi Potong'/><category term='Ikan Hias'/><category term='biji'/><category term='Ikan Mas Koki'/><category term='lele'/><category term='Puring'/><category term='Melon'/><category term='Broiler'/><category term='Pepaya'/><category term='Melati'/><category term='Sapi'/><category term='Ikan Bandeng'/><category term='Ikan'/><category term='Anthurium'/><category term='montong'/><category term='Cavendish'/><category term='Buah Naga'/><category term='tanam'/><category term='Koki'/><category term='klutuk'/><category term='Jangkrik'/><category term='Aglaonema'/><category term='Kacang tanah'/><category term='Jambu air'/><category term='Domba'/><category term='batu'/><category term='Tanaman Hias'/><category term='Kodok'/><category term='Sapi Perah'/><category term='Adenium'/><category term='Burung Puyuh'/><category term='Bawang Merah'/><category term='Udang'/><category term='ternak'/><category term='Dragin Fruit'/><category term='Cabai'/><category term='Vanili'/><category term='Konstruksi Kolam Ikan'/><category term='Ayam Pedaging'/><category term='Rumput Laut'/><category term='Lobster'/><category term='Arwana'/><category term='kebun'/><category term='Belimbing'/><category term='Kataternak'/><category term='Stroberi'/><category term='Tomat'/><category term='Cabe'/><category term='Jambu'/><category term='Mawar'/><title type='text'>FLORA DAN FAUNA</title><subtitle type='html'>Situs mengenai Budidaya Tanaman dan Ternak</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-6322110732392321731</id><published>2008-06-25T09:07:00.001+07:00</published><updated>2008-06-25T09:10:29.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanaman Hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adenium'/><title type='text'>Pemeliharaan Adenium</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimanapun keindahan adenium tak bakal tampak bila tak dilakukan perawatan. Inilah sejumlah pemeliharaan yang rutin diterapkan pada adenium anda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;     &lt;span class="link_book"&gt;     &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#nutrisi"&gt;A. Manfaat nutrisi&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;     &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;      &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="link_subbook"&gt;       &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#makro"&gt;1. Unsur makro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#mikro"&gt;2. Unsur mikro&lt;/a&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;     &lt;span class="link_book"&gt;     &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#pupuk"&gt;B. Jenis-jenis pupuk dan sifatnya&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="link_subbook"&gt;             &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#anorganik"&gt;1. Pupuk anorganik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#organik"&gt;2. Pupuk Organik&lt;/a&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="link_book"&gt;     &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#aplikasi"&gt;C. Metode Aplikasi&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="link_subbook"&gt;             &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#bibit"&gt;1. Tanaman bibit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#remaja"&gt;2. Tanaman remaja&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            &lt;a href="http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php#generatif"&gt;3. Fase generatif&lt;/a&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Subjudul"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="nutrisi"&gt;&lt;/a&gt;A. MANFAAT NUTRISI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setahun lalu , seorang konsumen membeli adenium di sebuah showroom di Semarang. Sosoknya amat mempesona. Setiap tangkai memunculkan bunga berwarna merah muda yang indah. Penampilan tanaman dianggap layak untuk mengungkapkan cinta Adenium seharga Rp 4.000.000 itu kemudian dipersembahkan kepada sang pujaan hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tujuh bulan berselang , sang gadis mendatangi showroom itu. Ia mengungkapkan adenium pemberian kekasihnya kini merana. Penampilan tanaman itu berubah drastis. Yang tersisa hanya ranting gundul dan daun kuning di beberapa anakan cabang. Wajar bila bunga seperti mogok muncul. Diakuinya , ia memang tidak pernah memberi pupuk. Sesekali , ia menyiramkan air beras bila melihat media kering. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pupuk ibarat makanan bagi tumbuhan. Ia diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Di alam , tanaman menyerap nutrisi dari dalam tanah dan udara. Sedangkan di dalam wadah , nutrisi harus dipasok dalam kurun waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="makro" id="makro"&gt;&lt;/a&gt;1. UNSUR MAKRO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Unsur hara makro berisi hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak. Namun , tidak berarti jumlah yang diberikan tak terbatas. Ada ambang tertentu yang ditoleransi tanaman. Melebihi batas itu , tanaman mengalami keracunan yang bisa berlanjut hingga mati.&lt;br /&gt;Ada 12 jenis unsur kimia yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Unsur itu adalah nitrogen (N) , fosfor (P) , kalium (K) , magnesium (Mg) , sulfur (S) , dan kalsium (Ca) , boron (B) , besi (Fe) , tembaga (Cu) , mangan (Mn) , seng (ZN) , dan molibdenum (Mo). Setiap unsur memiliki pengaruh penting dalam pertumbuhan tanaman.&lt;br /&gt;            Kebutuhan tanaman akan masing-masing unsur berlainan. Tergantung pada umur , jenis , dan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;a. Nitrogen (N)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nitrogen berperan dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai sebagai bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor (P) , nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Terdapat 2 bentuk nitrogen yakni amonium dan nitrat. Sejumlah penelitian membuktikan amonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi nitrogen. Jika berlebihan , sosok tanaman bongsor tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal berbunga juga minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga. Seandainya yang dominan adalah nitrogen bentuk nitrat , maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk nitrogen dari pupuk bisa dilihat dari kemasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Gejala kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. Daun itu menguning karena kekurangan klorofil. Lebih lanjut mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat , kerdil dan lemah. Produksi bunga dan biji rendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Warna daun terlalu hijau , tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu menyebebkan rentan serangan cendawan dan penyakit , dan mudah roboh. Produksi bunga menurun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" class="subsubjudul" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. Fosfor (P)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="right"&gt; &lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim , protein , ATP , RNA , dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi , sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih , akar , bunga , dan buah. Dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik.&lt;br /&gt;Bersama denga kalium , fosfor dipakai untuk merangsang pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="162" width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. Tepi daun cokelat , tulang daun muda berwarna hijau gelap. Hangus , pertumbuhan daun kecil , kerdil , dan akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;c. Kalium (K)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis , akumulasi , translokasi , transportasi karbohidrat , membuka menutupnya stomata , atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.&lt;br /&gt;Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab , sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Bunga mudah rontok. Tepi daun 'hangus' , daun menggulung ke bawah , dan rentan terhadap serangan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;d. Magnesium (Mg)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.&lt;br /&gt;Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot 'ringan' seperti nitrogen. Akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antarruas panjang. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Gejala Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Muncul bercak-bercak kuningdi permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemahd dan akhirnya mudah terserang penyakit , terutama embun tepung (powdery mildew).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.                 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong class="subsubjudul"&gt;e. Kalsium (Ca)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel , dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun , mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;          &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Subjudul"&gt;&lt;a name="mikro"&gt;&lt;/a&gt;2. UNSUR MiKRO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                &lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak tampil prima. Bunga akan lunglai , dll. Unsur mikro itu , adalah: boron , besi , tembaga , mangan , seng , dan molibdenum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;a. Boron (B)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi , dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="95%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis                 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;b. Tembaga(Cu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan berperan dalam funsi reproduksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal dan berwarna gelap. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;c. Seng(Zn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya terjadi pada media yang sudah lama digunakan.&lt;/span&gt;             &lt;/p&gt;                      &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning , terbuka , dan akhirnya gugur. Buah pun akan lebih lemas dan sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;d. Besi (fe)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="141" width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;f. Molibdenum(Mo):&lt;br /&gt;Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="98%"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun muda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;" class="Subjudul" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="pupuk"&gt;&lt;/a&gt;B. JENIS-JENIS PUPUK DAN SIFATNYA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Unsur-unsur yang dibutuhkan adenium dikemas oleh produsen menjadi pupuk dalam aneka dalam rupa dan bentuk. Dari segi bentuk pupuk dikemas dalam cairan , bubuk , tablet , kapsul , dan butiran. Sedangkan dari segi bahan baku dikenal istilah pupuk anorganik dan organik. Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan kimia. Organik , berasal dari bahan alam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;&lt;a name="anorganik"&gt;&lt;/a&gt;1. Pupuk anorganik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada dua jenis pupuk anorganik yang tersedia di pasaran: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal dibuat dari satu unsur secara dominan. Contohnya Urea yang mengandung N , TSP atau SP 36 denganP , dan KCl atau ZK dengan unsur K yang dominan. Pupuk majemuk mengandung lebih dari satu jenis unsur. Misalnya DAP dan Amofos yang terbuat dari N dan P. Pupuk majemuk juga bisa tersusun dari 3 unsur. Sebut juga Rustica Yellow dan Mutiara. Kedua pupuk itu dilengkapi dengan kandungan N , P , dan K. Produsen pupuk biasanya jgua menambahkan unsur-unsur mikro seperti Fe , B , Mo , Mn , dan Cu.&lt;br /&gt;Agar praktis , pekebun biasanya memakai pupuk majemuk. Umumnya di pasaran beredar pupuk dengan kandungan utama Nitrogen , fosfor , dan kalium dengan berbagai perbandingan. Besar kecilnya perbandingan itu dicantumkan di label kemasan. Tulisan 20:10:10 artinya kandungan nitrogen paling tinggi sehingga tepat digunakan untuk masa pertumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;&lt;a name="organik"&gt;&lt;/a&gt;2. Pupuk Organik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                      &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pupuk organik sudah sejak lama digunakan orang. Munculnya tren 'kembali ke alam' mendorong munculnya pupuk organik yang diproses dan dikemas secara modern. Bahan baku pembuatannya bermacam-macam , antara lain dari guano , kotoran kelelawar yang sudah diproses , limbah tanaman , ikan , dan hewan. Beberapa jenis biota laut seperti alga , kerang juga diekstrak menjadi pupuk organik&lt;br /&gt;Dewasa ini pupuk berlabel organik itu sudah dikemas modern dalam wadah tertutup. Bentuknya serupa dengan pupuk anorganik bisa berupa cairan , serbuk , atau butiran. Label berisi komposisi dan petunjuk pemakaian juga tertera di kemasan. Sebelum membeli dan memakai perhatikan kandungan nutrisinya.&lt;br /&gt;Perlu diingat Pupuk tidak mencegah kedatangan hama dan penyakit. Untuk itu tetap diperlukan sejumlah insektisida atau fungisida tatkala patogen menyerang. Pemakaian pestisida dengan kandungan sama dalam waktu lama bisa menimbulkan resistensi. Cara yang lazim dipakai ialah memakai pestisida secara bergantian.&lt;br /&gt;Penggunaan satu jenis pupuk dalam jangka panjang merugikan pertumbuhan tanaman. Sebab pupuk itu mengandung unsur tertentu seperti nitrogen , fosfor , dan kalium yang tinggi. Segera ganti dengan pupuk dengan ratio seimbang atau unsur lain yang lebih tinggi. Selain pupuk utama itu , juga dibarengi dengan berbagai 'suplemen'. Tujuannya tentu saja agar pertumbuhan tanaman kian bagus. Beberapa diantaranya , yaitu: Vitamin B1.&lt;br /&gt;Vitamin B1 , salah satu zat untuk mempercepat pertumbuhan adenium , juga pemulihan "tenaga" usai pindah tanam. Vitamin itu termasuk kelompok fitohormon , yaitu suatu zat yang dalam jumlah kecil/sedikit mampu memacu pertumbuhan. Penggunaan vitamin B1 pada adenium diharapkan mampu mengatasi masalah lambatnya pertumbuhan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. minyak Ikan/Tepung Ikan&lt;br /&gt;Pupuk ikan atau minyak ikan juga membantu pertumbuhan adenium dan memperkuat daya tahan tanaman. Penggunaannya diselang-seling dengan pupuk lain. Selain itu , aroma amis cukup mengganggu penciuman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. Konsentrat pekat&lt;br /&gt;Konsentrat pekat merupakan bahan kimia biasa yang telah dipadukan oleh produsen untuk membantu pekebun yang ingin praktis. Ia mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman. Bahan ini biasa dipakai oleh pekebun hidroponik yang ingin praktis dalam pemupukan.&lt;br /&gt;Pupuk disebut A&amp;amp;B mix itu diformulasi secara khusus sesuai dengan jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Keistimewaan pupuk itu ialah selain mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman , juga menggunakan bahan-bahan yang 100% larut dalam air. Karena itu cocok diaplikasikan pada tanaman secara irigasi semprot. Caar penggunaan juga sangat praktis dan dapat disimpan dalam waktu cukup lama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sumber : http://myadenium.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6430553027625442031-6322110732392321731?l=infokebun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/6322110732392321731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6430553027625442031&amp;postID=6322110732392321731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/6322110732392321731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/6322110732392321731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/2008/06/pemeliharaan-adenium.html' title='Pemeliharaan Adenium'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-5232493995978085310</id><published>2008-06-25T08:58:00.002+07:00</published><updated>2008-06-25T09:05:56.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanaman Hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adenium'/><title type='text'>Memperbanyak Adenium</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Untuk memperbanyak tanaman Adenium anda , yang dibutuhkan adalah ketelitian dan kesabaran. Tanpa dua hal ini perbanyakan adenium anda menjadi "mission impossible". Untuk mengembangbiakkan Adenium dilakukan dengan dua cara , yaitu generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif adalah perbanyakan melalui biji yang dihasilkan dari persilangan. Sementara perbanyakan vegetatif dilakukan melalui stek , cangkok , okulasi , sambung (grafting) , sisip , atau pemecahan akar. Anakan hasil perbanyakan vegetatif mewarisi sifat-sifat unggul induknya sedangkan perbanyakan secara generatif akan dihasilkan anakan yang berbeda dengan induknya , dimana umumnya hal inilah yang dicari para breeder untuk menghasilkan hibrida adenium baru dengan bunga beraneka warna dan karakter pohon yang bermacam-macam.&lt;br /&gt;Hingga saat ini telah terdapat berbagai macam adenium hibrida yang dikembangkan oleh Nursery di Thailand , Taiwan , India , Amerika , dan tentu saja Indonesia. Belum lagi persilangan yang dilakukan oleh penghobby yang tersebar dimana-mana , yang melakukan persilangan baik dari sekedar coba-coba ataupun secara serius. Sehingga untuk saat ini dapat kita jumpai bunga seperti lirik lagu Group Band Padi - " Semua tak sama , tak pernah sama tapi mirip-mirip".&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hal yang perlu diperhatikan dari pebanyakan adenium hasil persilangan adalah sangat tidak layak kalau mengatakan biji hasil persilangan dengan nama induknya. Akan lebih baik mengklasifikasikannya hanya berdasarkan warna bunga ataupun karakter dominan lainnya. Karena untuk pemuliabiakkan tanaman membutuhkan metode dan prosedur standar , sampai pada tahapan hasil persilangannya dapat diklaim sama dengan induknya dan stabil yang akan menghasilkan anakan yang relatif sama dengan induknya&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Subjudul"&gt;&lt;b&gt;A. MEMPERBANYAK DENGAN BIJI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memperbanyak Adenium dengan cara Generatif (penyerbukan) dapat dihasilkan dengan melalui persilangan alam (dengan bantuan serangga) ataupun dengan Penyilangan sendiri (Hand Polynation) Penyerbukan melalui bantuan serangga terjadi karenaSaat hinggap di bunga secara tidak sengaja , kaki lebah menyentuh benang sari , lalu ketika serangga tadi berpindah ke bunga lain serbuk sari (polen) menempel pada putik bunga lainsehingga terjadilah penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil maka bakal buah akan membesar san berkembang menjadi buah. Penyerbukan secara alami tidak dapat dikontrol , bibit yang dihasilkan tidak dapat diprediksikan hasilnya / random. Untuk dapat menghasilkan bibit yang baik , yang mewarisi sifat unggul induknya (pertumbuhan cepat , memiliki bentuk bunga dan warna bunga yang baik , berbunga kompak) maka dilakukan dengan melakukan penyerbukan buatan.&lt;br /&gt;Buah adenium berbentuk panjang dan terdiri dari dua buah. Setelah dua bulan kemudian , buah adenium akan matang. Menjelang buah matang ditandai warna buah hijau kecokelatan. Pada saat itu , buah sebaiknya diikat dengan tali. Pengikatan bertujuan agar biji-biji yang berumbai tidak beterbangan saat buah matang dan pecah. Saat buah matang , biji dipanen dan siap untuk ditanam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;B. MEMPERBANYAK DENGAN STEK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari jaman dahulu sejak kita mengenal Adenium , sangat lumrah dimana-mana untuk memperbanyak adenium dengan dengan setek. Umumnya penyetekan dilakukan setelah dilakukan pemangkasan pada pohon induk. Untuk Penyetekan perlu dieprhatikan bahan setek dipilih dari induk yang sehat dan cukup tua. Cirinya batang berukuran besar , sehat , dan berdiameter minimal 2 cm. Batang yang terlalu kecil dan muda mempunyai tingkat resiko kegagalan yang cukup besar. Setek jangan diambil dari batang utama karena sulit bertunas. Tahapan perbanyakan dengan setek dijelaskan sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;table style="font-family: verdana;" class="tabelisiwijo mceItemTable" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Potong batang sepanjang 10-15 cm. Sisakan 2-3 helai daun untuk mengurangi penguapan. Gunakan pisau yang tajam dan steril agar tanaman tidak terinfeksi.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Setelah dipotong , kering anginkan batang ditempat yang teduh selama 1-2 jam agar luka bekas pemotongan kering. Bahan setek tersebut tidak boleh terkena air dan sinar matahari langsung.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Celupkan bagian yang terpotong dengan zat perangsang akar , lalu kering anginkan dengan selama 1-2 jam. Setelah itu , tancapkan batang setek pada media tanam sedalam 4-5 cm.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Siram air secukupnya secara merata. Selanjutnya , letakkan tanaman di tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari rendah , sekitar 60-70%.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Setelah 6-7 hari , tanaman dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih panas. Pada saat itu , tanaman mulai segar. Jika 12-14 hari kemudian tanaman belum mengeluarkan tunas dan batang terlihat kurus mk perbanyakan dengan setek dianggap gagal. Pekebun di Indonesia jarang menggunakan cara setek untuk memperbanyak tanaman karena relatif sulit dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan bonggol.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Subjudul"&gt;&lt;b&gt;C. MEMPERBANYAK DENGAN SAMBUNG&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perbanyakan dengan sambung atau grafting paling banyak dilakukan oleh pekebun adenium. Cara grafting dilakukan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas dari jenis tanaman yang berbeda. Keunggulan cara ini adalah dihasilkan tanaman yang lebih unggul dibandingkan dengan induknya karena diambil dari jenis yang berbeda. Selain itu , cara ini lebih cepat dan tingkat kegagalannya rendah. Teknik Grafting / Sambung dijelaskan pada bagaimana menggrafting adenium.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sumber : http://myadenium.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6430553027625442031-5232493995978085310?l=infokebun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/5232493995978085310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6430553027625442031&amp;postID=5232493995978085310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/5232493995978085310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/5232493995978085310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/2008/06/memperbanyak-adenium.html' title='Memperbanyak Adenium'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-8241224597806561775</id><published>2008-06-24T15:24:00.005+07:00</published><updated>2008-06-24T15:46:17.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanaman Hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aglaonema'/><title type='text'>Budidaya Aglaonema</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Aglaonema disebut juga;Sri Rejeki&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;atau Chinese Evergreen merupakan tanaman dari family Araceae. Genus Aglaonema terdiri dari sekitar 30 spesies. Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi. Kini berbagai macam aglaonema hybrida telah dikembangkan, memiliki penampilan tanaman yang sangat menarik. Hybrida dari bermacam warna, bentuk, ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;SIFAT TANAMAN, SYARAT TUMBUH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sifat dari tanaman aglaonema beragam, ada yang dapat terkena sinar matahari dan ada juga yang harus ternaungi, sebagian aglaonema dapat hidup di tempat lembab dan sebagian lagi di tempat sedikit kering, tanaman aglaonema tergolong bandel, mudah dirawat dan cocok dijadikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;tanaman indoor, apalagi aglaonema terkenal dengan motif daunnya yang indah. Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pertumbuhan aglaonema yang optimal adalah lokasi, cahaya, kelembaban dan suhu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Lokasi yang ideal untuk merawat aglaonema adalah daerah yang berketinggian 300 &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;400 m diatas permukaan laut,namun tidak menutup kemungkinan juga dapat tumbuh baik di dataran rendah, sesuai habitatnya aglaonema menyukai lokasi yang teduh dengan pencahayaan terbatas, intensitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sinar matahari berkisar antara 10&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; 30%, kelembaban yang cocok untuk merawat aglaonema adalah 50 – 70%, di kisaran itu tanaman tumbuh baik, lebih dari 75% dapat menyebabkan tumbuhnya cendawan pada media tanam, selain itu juga suhu menunjang pertumbuhan, lokasi sebaiknya bersuhu 28 - 30 C pada siang hari dan 20 - 22 C malam hari dan dibantu juga dengan sirkulasi udara yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;MEDIA TANAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Untuk memiliki tanaman aglaonema yang tumbuh sehat dan baik diantaranya adalah dengan menggunakan media dengan komposisi yang pas, media dengan tingkat keasaman/pH dan porositas (Porous) yang ideal sangat baik untuk pertumbuhan aglaonema, media tanam aglaonema juga harus steril, yaitun bebas dari penyakit, tidak mudah lapuk dan hancur karena air, mudah diperoleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;dan harganya terjangkau, aglaonema dapat tumbuh dengan baik pada media dengan pH 7 atau disebut juga pH netral yang kaya akan zat hara, angka pH dengan selisih 0,5 - 1 masih dianggap pH ideal. Porous artinya mudah mengeluarkan kelebihan air, tingkat porositas yang dibutuhkan pada media tanam sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yaitu ketinggian dan kelembaban, pada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;dataran rendah yang panas dan bercurah hujan rendah, media tanam sebaiknya harus bisa menahan air sehingga media tidak kekeringan, sebaliknya di dataran tinggi yang umumnya sering hujan sebaiknya gunakan media dengan porositas tinggi agar kelebihan air mudah dikeluarkan. Berikut macam jenis unsur yang digunakan untuk media tanam aglaonema, yang tentunya dengan tingkat porositas yang berbeda dengan kekurangan kelebihan masing-masing, kombinasi beberapa unsur media dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan  faktor  lingkungan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 23.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pak&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;s,sekam bakar, Pasir malang,humus (1;1;1;1)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 23.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;2.   Pakis,pasir malang,sekam bakar, cocopeat (2;1;1;1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;3.   Pakis,sekam bakar, pasir malang, cocopeat (2;1;1;1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;4.   Cocopeat,sekam bakar kompos organik (5;3;2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;5.   Pakis,pasir malang, kaliandra (3;2;1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jenis unsur media tanam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;-        Pakis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pakis dapat menyimpan air dengan baik dan memiliki drainase dan aerasi yang bagus, akar dapat menyerap air dengan mudah dan leluasa untuk berkembang, tidak mudah lapuk dan memiliki daya tahan cukup tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;-        Sekam Bakar ; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sekam bakar memiliki kelebihan unsur yang terletak pada sifatnya yang steril dan daya tahanya mencapai 1 tahun, aerasinya cukup baik namun daya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;serapnya terhadap air kurang baik, sehingga harus dicampur dengan unsur yang dapat menyerap air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;-        Pasir&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;malang ; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;pasir malang unsur media yang tingkat porositasnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;cukup baik, karena itu penggunaanya digunakan untuk mencegah media yang terlalu basah dan air yang menggenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;-        Cocopeat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;cocopeat adalah sabut kelapa hasil olahan, unsur ini sangat cocok  digunakan bila menginginkan media yang cukup lembab untuk aglaonema khususnya di daerah yang kering dan panas, cocopeat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;dapat menahan air cukup lama dalam jumlah yang banyak, namun sifatnya mudah lapuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;-        Kaliandra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;kaliandra cocok digunakan sebagai media di daerah kering dan panas, media ini cenderung cepat lembab sehingga rawan terjangkit cendewan pengganggu, sifatnya mudah lapuk dan hanya bertahan 4 – 6 bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;PENYIRAMAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Aglaonema termasuk tanaman yang butuh air dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;jumlah cukup, jadi penyiraman hal penting yang mesti diperhatikan agar aglaonema tumbuh baik, tapi tidak sampai menggenangi medianya, frekuensi dan dosis penyiraman perlu diatur sesuai dengan kondisi media dan lingkungan setempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;PEMUPUKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Untuk menunjang pertumbuhan tanaman aglaonema&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;kebutuhan nutrisi sangat penting, beragam merek pupuk majemuk/anorganik mudah diperoleh, bahkan saat ini sudah banyak beredar pupuk khusus aglaonema. Sebelum memilih, cermati dulu komposisi nutrisi dan penggunaanya, barulah cara dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;dosis pemberiannya, pemberian pupuk dengan dosis rendah, tetapi sering diberikan akan menghasilkan tanaman kualitas baik dibanding dengan pemberian sesekali dengan dosis tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;MENGGANTI MEDIA TANAM/REPOTTING&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Untuk menjaga agar kualitas aglaonema tetap baik&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;perlu dilakukan penggantian media tanam, media tanam yang baik akan membuat aglaonema tumbuh dengan sehat, penggantian media tanam/repotting aglaonema dilakukan setiap 6-12 bulan sekali, repotting juga dibutuhkan oleh tanaman yang sudah terlalu besar sehingga tidak sebanding lagi dengan ukuran pot&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;HAMA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;DAN PENYAKIT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Hama adalah hewan pengganggu tanaman yang&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;secara fisik masih dapat dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat. Hama pada aglaonema bermacam-macam dan gejalanya berbeda-beda diantaranya ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;1)   Ulat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ama ulat ada&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;yang menyerang daun, yaitu spodoptera sp dan ada juga yang menyerang batang, yaitu Noctuidae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;2)   Kutu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;putih (kutu kebul) &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;kutu ini sering menyerang aglaonema di dataran  rendah dibanding di dataran tinggi. Kutu putih menyerang batang dan daun bagian bawah, kutu tersebut mengisap  cairan daun dan meninggalkan jelaga pada daun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;3)   Belalang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;belalang menyerang tanaman aglaonema sama hal nya dengan ulat, yaitu menyerang daun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;4)   Kutu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sisik &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Hama&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ini menyerang daun, pelepah, batang dan bunga, bentuknya seperti lintah dengan ukuran yang lebih kecil, kutu sisik ini dapat menyebabkan daun mengerut,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;kuning, layu dan akhirnya mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;5)   Kutu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Perisai kutu ini menyerang bagian daun, kutu ini biasanya terdapat koloni dengan membentuk barisan di bagian tulang daun, kutu ini memiliki bentuk seperti perisai pada bagian punggungnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;6)   Root&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;mealy bugs menyerang bagian akar tanaman, bentuknya seperti kutu putih,&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt; t&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;anaman menjadi kurus, kerdil, daunya mengecil dan layu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Penyakit penyakit pada tanaman khususnya&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;aglaonema disebabkan oleh 2 patogen, yaitu cendawan dan bakteri. Jumlah&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;cendawan yang menyebabkan penyakit pada umumnya lebih banyak dibanding bakteri, berikut penyakit yang biasanya menyerang aglaonema&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;1.   Layu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;fusarium, gejala serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna menjadi coklat keabuan lalu tanggkainya membusuk, penyebabnya adalah media yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;selalu basah sehingga media tanam ber-pH rendah, yang kondisi tersebut membuat Fusarium oxysporium leluasa berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;2.   Layu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bakteri, ditandai dengan daun dan batang yang melunak serta bau yang tak sedap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;3.   Busuk&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Akar, ditandai dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk, batang yang berlubang dan layu, akarnya berwarna coklat kehitaman, yang disebabkan media terlalu lembab sehingga menyebabkan cendawan cepat berkemb&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;ang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;4.   Bercak&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;daun, yang disebabkan oleh cendawan, penyakit ini ditandai dengan adanya bercak pada daun yang lama kelamaan membusuk&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;5.   Virus,&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;pada aglaonema ditandai dengan daun yang berubah menjadi kekuningan atau menjadi keriting, perubahan tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan jaringan lainnya pada daun, virus susah ditanggulangi, perawatan dan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;pengendalian lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMPERBANYAK AGLAONEMA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Aglaonema bisa diperbanyak melalui 2 cara, yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;generatif (kawin) dilakukan dengan cara menanam biji sedangkan vegetatif (tidak kawin) dilakukan melalui stek, pemisahan anakan, cangkok, dan kultur jaringan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 5.3pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 7pt 0.0001pt 0in; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;Sumber : &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;http://www.bbpp-lembang.info&lt;span style=""&gt;                                                               &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6430553027625442031-8241224597806561775?l=infokebun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/8241224597806561775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6430553027625442031&amp;postID=8241224597806561775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/8241224597806561775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/8241224597806561775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/2008/06/budidaya-aglaonema.html' title='Budidaya Aglaonema'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-8804834114814749235</id><published>2008-06-24T14:28:00.001+07:00</published><updated>2008-06-24T14:29:37.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung Puyuh'/><title type='text'>Budidaya Burung Puyuh</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="bg" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/burung_puyuh.JPG" alt="BUDIDAYA BURUNG PUYUH" border="1" height="211" width="212" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;table style="font-family: verdana;" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;            &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puyuh merupakan jenis burung yang tidak              dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat              diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa              asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar)              yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus              dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai              dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan              di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat              di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;              &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="1" width="60%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Aves (Bangsa Burung)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                  &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ordo &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="70%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Galiformes&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sub Ordo &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Phasianoidae&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Famili &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Phasianidae&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sub Famili &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Phasianinae&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Genus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Coturnix&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Species&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Coturnix-coturnix Japonica&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                        &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan                    rasa yang lezat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi" height="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot                    rumah tangga lainnya&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos                    yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;              &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi" height="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama                    jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bukan merupakan daerah sering banjir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi                    udara yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib              memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha              peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)              &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perkandangan&lt;br /&gt;                            &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dalam sistem perkandangan yang perlu                              diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal                              atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang                              berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari                              cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt                              (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan).                              Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari                              pagi dapat masuk kedalam kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan                              yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar                              (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100                              ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk                              umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi                              40 ekor/m2 sampai masa bertelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya                              burung puyuh adalah:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                                                       &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="92%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang untuk induk pembibitan&lt;br /&gt;                                  Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas                                    dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas.                                    Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan                                    harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara.                                    Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas                                    kandang 200 m2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang untuk induk petelur&lt;br /&gt;                                  Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk                                    induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk,                                    ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan                                    kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang untuk anak puyuh/umur                                    stater(kandang indukan)&lt;br /&gt;                                  Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh                                    pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari                                    sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang                                    ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh                                    yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung                                    dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan.                                    Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas.&lt;br /&gt;                                  Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah                                    lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm,                                    dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100                                    ekor anak puyuh).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang untuk puyuh umur grower                                    (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)&lt;br /&gt;                                  Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan                                    kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya                                    berupa kawat ram.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                             &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Peralatan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                            Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum,                              tempat bertelur dan tempat obat-obatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Peyiapan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya,                    adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu                    bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan,                    ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                      &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="93%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit                          puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier                          penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit                          puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk pembibitan atau produksi telur tetas,                          dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya                          dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina                          agar dapat menjamin telur tetas yang baik. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                            Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan                              puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi                              terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                        &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengontrolan Penyakit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                            Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila                              ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus                              segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk                              dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk                              dari Poultry Shoup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                        &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemberian Pakan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                            Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri                              dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah                              dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya                              akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya.                              Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali                              sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa                              diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi                              hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan                              terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                        &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                            Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis                              separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan                              melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).                              Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat                              gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk                              dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry                              Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;              &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi" width="97%"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Radang usus (Quail enteritis)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                            bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang                            usus, sehingga timbul peradangan pada usus.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                            puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam,                            kotoran berk yang membentuk spora dan menyerang                            usus, sehingga timbul peradangan pada usus.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                            puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam,                            kotoran berair dan mengandung asam urat.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                            memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan                            burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.                          &lt;/span&gt;                                                                                                            &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                          puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi                          ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah,                          tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu                          kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar                          virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati                          segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit,                          mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/                          steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang                          belum ada obatnya.&lt;/span&gt;                                                  &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Berak putih (Pullorum)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                          kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas,                          bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          sama dengan pengendalian penyakit tetelo.&lt;/span&gt;                                                                           &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berak darah (Coccidiosis)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                          tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap                          terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap                          kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui                          mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air                          minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox&lt;/span&gt;                                                  &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cacar Unggas (Fowl Pox)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan                          jenis kelamin.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                          imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu,                          seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan                          akan&lt;br /&gt;                        mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang                          terinfksi.&lt;/span&gt;                                                                           &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Quail Bronchitis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat                          menular.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                          puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas,                          batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan                          lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.&lt;/span&gt;                                                                           &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aspergillosis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          cendawan Aspergillus fumigatus.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                          Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan                          putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.                         &lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.&lt;/span&gt;                                                                           &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cacingan&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          sanitasi yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                          puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga                          kebersihannya.&lt;/span&gt;                                                                           &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya                    adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa                    produksi berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging                    afkiran, tinja dan bulu puyuh.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ---&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;                  1) Investasi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                       &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m&lt;br /&gt;                        (1 jalur + tempat makan dan minum) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                        Rp. 2.320.000,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kandang besar &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 1.450.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                  2) Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ)                        &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 1.596.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Obat (Vitamin + Vaksin) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 145.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pakan (selama 60 hari)&lt;br /&gt;                        Jumlah biaya produksi&lt;br /&gt;                        Keadaan puyuh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="1" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td width="4%"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan                                betina)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td height="15"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Resiko mati 5%, sisa 1900&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan,                                1615 betina)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina                                dan Rp 725 jantan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                         Minus &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 2.981.200,-&lt;br /&gt;                        Rp. 4.722.200,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="1" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                              &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr&gt;                              &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr&gt;                              &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr&gt;                              &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr&gt;                              &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 4.408.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                         Rp. -314.200,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; 3) Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;200 DOQ x Rp 798,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 159.600,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Obat (vitamin dan Vaksinasi) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 290.000,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 2.459.925,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor                          jantan (25% jantan layak bibit) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td valign="bottom"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 5.264.051,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 8.173.576,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                  Keadaan puyuh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata                          85%, jumlah telur 1373 butir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 7.723.125,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,-                        &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 5.854.375,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td valign="bottom"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 59.850,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 155.150,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keuntungan dari hasil penjualan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rp. 5.618.924,-&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;                  5) Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)&lt;br /&gt;                  &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Biaya untuk umur 4-8 bulan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 1.625.137,-&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;                  6) Pendapatan&lt;br /&gt;                  &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp                          75,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 20.080.125,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 1.288.770,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 51.475,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 155.150,-&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;7)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keuntungan beternak puyuh petelur                          dan afkiran jual&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rp. 10.950.113,-&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                  Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak                    puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya di jual daripada                    menjual puyuh bibit. Analisa usaha dihitung berdasarkan harga-harga                    yang berlaku pada tahun 1999.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  ---&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;11.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beternak burung puyuh, 1981. Nugroho, Drh. Mayen                    1 bk. Dosen umum Ternak Unggas Fakultas Kedokteran Hewan dan                    Peternakan, Universitas Udayana.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puyuh, Tatalaksana Budidaya secara komersil, 1992. Elly Listyowati,                    Ir. Kinanti Rospitasari, Penebar Swadaya, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memelihara burung puyuh, 1985. Muhammad Rasyaf, Ir. Penerbit                    Kanisius (Anggota KAPPI), Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beternak burung puyuh dan Pemeliharaan secara komersil, tahun                    1985. Wahyuning Dyah Evitadewi dkk. Penerbit Aneka Ilmu Semarang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;12.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;                  Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin                    No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax.                    +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;                  &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6430553027625442031-8804834114814749235?l=infokebun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/8804834114814749235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6430553027625442031&amp;postID=8804834114814749235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/8804834114814749235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/8804834114814749235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/2008/06/budidaya-burung-puyuh.html' title='Budidaya Burung Puyuh'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-1678568224646768608</id><published>2008-06-24T14:18:00.000+07:00</published><updated>2008-06-24T14:19:18.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelinci'/><title type='text'>Budidaya Kelinci</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="bg" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/kelinci.jpg" height="144" width="230" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;table style="font-family: verdana;" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;            &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ternak ini semula                hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000                tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan                percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci                karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi                sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan                di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran                kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut                rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu              dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih              tradisional.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut sistem Binomial,                bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="23%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ordo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="77%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Lagomorpha&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Famili&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Leporidae&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sub famili&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Leporine&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Genus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Lepus, Orictolagus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Spesies&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Lepus spp., Orictolagus spp.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;              Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora,                Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana,                Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci                lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur                dengan jenis lainhingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White                dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora                baik untuk bulu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="36"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" height="36" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging                yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil                ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan                ternak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="36"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="36" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan                asap, bau-bauan, suara bising dan terlindung dari predator.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1274"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="1274" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak              kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan              bibit dan penyediaan pakan.              &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana                      dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal                      21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal                      12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan,                      kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci                      dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus                      untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan kandang anak                      lepas sapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan                      antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi                      alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang                      anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:                     &lt;/span&gt;                                          &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang sistem postal,                              tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan                              dan cocok untuk kelinci muda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang sistem ranch ; dilengkapi                              dengan halaman pengumbaran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang battery; mirip sangkar                              berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan                              konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery                              (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                   Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan                      minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="534"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="534"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan                      kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora,                      American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang                      untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish                      Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak                      yang cocok dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bila peternakan                              bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang                              berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang                              baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit                              yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik.                              Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas                              tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih                              dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan Bibit dan Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan bibit                              menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena                              itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian                              pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang                              yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistem Pemuliabiakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk mendapat                              keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat                              yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori                              yaitu:                              &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td width="639"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;In Breeding                                      (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan                                      sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cross Breeding (silang                                      luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah                                      sifat-sifat unggul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pure Line Breeding (silang                                      antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis                                      baru yang diharapkan memiliki penampilan yang                                      merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reproduksi dan Perkawinan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="60"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelinci betina segera                              dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan                              (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu                              dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama                              kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang                              sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di                              kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali                              perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td height="18"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses Kelahiran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td height="60"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah perkawinan kelinci akan                              mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan                              pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci                              betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa                              ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima                              hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang                              beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat                              dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci                              yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak                              lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak                              yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="436"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="423" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tempat pemeliharaan diusahakan                            selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat                            yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek                            dan terserang penyakit kulit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pengontrolan Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="46"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelinci yang terserang penyakit                            umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan                            naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini                            segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera                            disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan Ternak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyapihan anak kelinci dilakukan                            setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang                            tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan                            pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar                            kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini.                            Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya                            dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jenis pakan yang diberikan meliputi                            hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran                            meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi                            dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi                            jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak                            dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu                            pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di                            toko pakan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul                            10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit                            air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan                            pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih                            banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang                            untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya. &lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemeliharaan Kandang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lantai/alas kandang, tempat pakan                            dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari                            harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit.                            Sinar, matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh                            bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter.                            Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="692"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bisul&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; pembedahan dan pengeluaran                        darah kotor selanjutnya diberi Jodium.&lt;/span&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kudis&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; Darcoptes scabiei.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; ditandai dengan koreng di                      tubuh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan antibiotik                      salep.&lt;/span&gt;                       &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Eksim&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; kotoran yang menempel                      di kulit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; menggunakan                      salep/bedak Salicyl.&lt;/span&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyakit telinga&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; kutu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; meneteskan minyak nabati.&lt;/span&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyakit kulit kepala&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;jamur.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala                      :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; timbul semacam sisik pada kepala.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan bubuk belerang.&lt;/span&gt;  &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyakit mata&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      bakteri dan debu.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; mata                      basah dan berair terus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      dengan salep mata.&lt;/span&gt;  &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mastitis&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; puting mengeras dan panas                        bila dipegang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan tidak menyapih                        anak terlalu mendadak.&lt;/span&gt;                                              &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pilek&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        virus.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; hidung berair terus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; penyemprotan antiseptik                        pada hidung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Radang paru-paru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; bakteri Pasteurella multocida.                     &lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; napas sesak, mata dan                      telinga kebiruan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      diberi minum Sul-Q-nox.&lt;/span&gt;  &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berak darah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; protozoa Eimeira.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; nafsu makan hilang, tubuh                      kurus, perut membesar dan mencret darah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam                      1 liter air.&lt;/span&gt;                       &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td height="1" width="27"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hama pada kelinci umumnya                        merupakan predator dari kelinci seperti anjing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;              Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan                dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang                sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak                yang sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya                        yang benar agar kelinci tidak kesakitan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;             &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; Stoving&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan                        usus. Pemberian minum tetap .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Pemotongan dapat dengan 3 cara:&lt;br /&gt;                      1) Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul                        pada kepala dan saat koma disembelih.&lt;br /&gt;                      2) Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada                        tulang leher. Cara ini kurang baik.&lt;br /&gt;                      3) Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pengulitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan                        posisi kelinci digantung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pengeluaran Jeroan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti                        usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan                        kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi                        kualitas karkas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan Karkas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong                        kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian                        belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="552"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Analisis                      Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah                      ternak per 20 ekor induk:                      &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="4%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya Produksi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="32%"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="3%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="61%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang dan perlengkapan                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      600.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,-                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        60.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pakan&lt;br /&gt;                            - Sayur + rumput &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="bottom"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Konsetrat (pakan tambahan)                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   2.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Obat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;f. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   3.600.000,-                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   9.260.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2" height="1"&gt;                           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2" valign="bottom"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelahiran hidup/induk/tahun                            = 31 ekor&lt;br /&gt;                          Penjualan:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="bottom"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bibit: 20 x 15                              x Rp. 20.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   6.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kelinci potong 20 x 15 x Rp.                              50.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 15.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Feses/kotoran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rp.        60.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bulu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      750.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah pendapatan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 21.810.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Keuntungan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 12.550.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Parameter kelayakan usaha&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- B/C ratio &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;= 2,36&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="87"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;                     &lt;br /&gt;                    Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama                      yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum                      terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari                      impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang,                      mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya                      biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk                      dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan                      harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;11.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung                    Puyuh, Yasaguna, Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius,                    Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya,                    Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya,                    Malang.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;12.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;                  Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek,&lt;br /&gt;                  Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,&lt;br /&gt;                  Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" title="http://www.ristek.go.id" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6430553027625442031-1678568224646768608?l=infokebun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/1678568224646768608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6430553027625442031&amp;postID=1678568224646768608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/1678568224646768608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/1678568224646768608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/2008/06/budidaya-kelinci.html' title='Budidaya Kelinci'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-1777959896807367363</id><published>2008-06-24T14:12:00.001+07:00</published><updated>2008-06-24T14:15:47.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ternak'/><title type='text'>Pakan Ternak</title><content type='html'>&lt;table class="mceItemTable"  align="center" border="0" cellpadding="7" cellspacing="7" style="font-family:verdana;"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="bottom"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/pakan_ternak_01.jpg" mce_src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/pakan_ternak_01.jpg" alt="" height="99" width="147" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/pakan_ternak_03.jpg" mce_src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/pakan_ternak_03.jpg" alt="" height="126" width="143" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p class="bg"  align="center" style="font-family:verdana;"&gt; &lt;table class="isi mceItemTable" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ternak-ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga/diambil hasilnya dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam jumlah cukup. Pakan yang sering diberikan pada ternak kerja antara lain berupa: hijauan dan konsentrat (makanan penguat).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama ini produksi pakan ikan alami dilakukan oleh pengusaha pembenihan ikan/udang dalam satu unit pembenihan, atau oleh Balai Budidaya milik Pemerintah. Sementara ini sentra produksi pakan ikan buatan berada di Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;J E N I S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;div&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hijauan Segar&lt;br /&gt;Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman bijibijian/ jenis kacang-kacangan.Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/pengelola ternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan energi. &lt;/span&gt;&lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rumput-rumputan&lt;br /&gt;Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumput Setaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria (Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kacang-kacangan: lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Daun-daunan: daun nangka, daun                                pisang, daun turi, daun petai cina dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jerami dan hijauan kering&lt;br /&gt;Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Silase&lt;br /&gt;Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Konsentrat (pakan penguat)&lt;br /&gt;Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam                        dan mineral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;MANFAAT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="36"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" height="36" valign="top"&gt; &lt;div&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber energi&lt;br /&gt;Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi&lt;br /&gt;dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="2%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="98%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok serealia/biji-bijian                                (jagung, gandum, sorgum)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok hasil sampingan serealia                                (limbah penggilingan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok umbi (ketela rambat,                                ketela pohon dan hasil sampingannya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber protein&lt;br /&gt;Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).&lt;br /&gt;Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok: &lt;/span&gt;&lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya                              lamtoro, turi kaliandra, gamal dan sentero&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung                              ikan, tepung tulang dan sebagainya).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber vitamin dan mineral&lt;br /&gt;Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya.Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="1656"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td height="0" valign="top"&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td height="1" valign="top" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;5.1.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td height="20" valign="top" width="96%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Kebutuhan                      Pakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research Council) mengenai standardisasi kebutuhan ternak terhadap pakan dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. Rekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak ruminansia, yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan pakan yang sesuai/bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td height="660" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;5.2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td height="100" valign="top"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Konsumsi                      Pakan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ternak ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan sakit/sedang berproduksi), mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kebutuhannya untuk mencukupi hidup pokok. Kemudian sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta tingkat produksi yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat pula.Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu sendiri). &lt;/span&gt;&lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Temperatur Lingkungan&lt;br /&gt;Ternak ruminansia dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan.&lt;br /&gt;Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, ternak akan membutuhkan pakan karena ternak membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan ternak dengancara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Palatabilitas&lt;br /&gt;Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya.&lt;br /&gt;Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selera&lt;br /&gt;Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan ternak itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Status fisiologi&lt;br /&gt;Status fisiologi ternak ruminansia seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh (misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Konsentrasi Nutrisi&lt;br /&gt;Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;f)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bentuk Pakan&lt;br /&gt;Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) daripada hijauan yang diberikan seutuhnya. Hal ini berkaitan erat dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna. Oleh karena itu, rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong menjadi partikel yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;g)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bobot Tubuh&lt;br /&gt;Bobot tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan ternak yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh ternak tersebut. Berat badan ternak dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang&lt;br /&gt;badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula:Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661 &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;h)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Produksi&lt;br /&gt;Ternak ruminansia, produksi dapat berupa pertambahan berat badan (ternak potong), air susu (ternak perah), tenaga (ternak kerja) atau kulit dan bulu/wol. Makin tinggi produk yang dihasilkan, makin tinggi pula kebutuhannya terhadap pakan. Apabila jumlah pakan yang dikonsumsi (disediakan) lebih rendah daripada kebutuhannya, ternak akan kehilangan berat badannya (terutama selama masa puncak produksi) di samping performansi produksinya tidak optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td height="10" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;5.3.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td height="1" valign="top"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Kandungan                      Nutrisi Pakan Ternak&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Setiap bahan pakan atau pakan ternak, baik yang sengaja kita berikan kepada ternak maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air, mineral, protein, lemak, karbohidrat dan vitamin. Setelah dikonsumsi oleh ternak, setiap unsur nutrisi berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. Unsur-unsur nutrisi tersebut dapat diketahui melalui proses analisis terhadap bahan pakan yang dilakukan di laboratorium. Analisis itu dikenal dengan istilah “analisis proksimat”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td height="10" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;5.4.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td height="1" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Peralatan Pembuatan Pakan                    Ternak&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Macam-Macam Silo&lt;br /&gt;Silo dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk tergantung pada lokasi, kapasitas, bahan yang digunakan dan luas areal yang tersedia. Beberapa silo yang sudah dikenal adalah: &lt;/span&gt;&lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pit Silo: silo yang dirancang berbentuk silindris (seperti sumur) dan di bangun di dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trech Silo: silo yang dibangun berupa parit dengan struktur membentuk huruf V.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fench Silo: silo yang bentuknya menyerupai pagar atau sekat yang terbuat dari bambu atau kayu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tower Silo: silo yang dirancang membentuk sebuah menara menjulang ke atas yang bagian atasnya tertutup rapat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Box Silo: silo yang rancangannya                                    berbentuk seperti kotak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cara Memformulasi Pakan&lt;br /&gt;Dalam memformulasikan penyusunan ransum atau pakan, perlu menggunakan Tabel Patokan Kebutuhan Nutrisi. Sebagai contoh kebutuhan nutrisi dalam penyusunan ransum bagi sapi perah adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Sapi perah betina muda berat 350 kg, satu setengah bulan menjelang beranak(melahirkan pada umur 36 bulan), membutuhkan pakan dengan kandungan nutrisi sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebutuhan                                    hidup pokok dan reproduksi :&lt;br /&gt;Bahan Kering=6,4 Kg,&lt;br /&gt;ME=13 Mcal,&lt;br /&gt;Protein=570 gram,&lt;br /&gt;Mineral=37 kg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Laktasi I :&lt;br /&gt;Bahan Kering=1,0 Kg, ME=2,02 Mcal, Protein=93,6                                    gram, Mineral=5 kg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sehingga jumlah Bahan Kering=7,4 kg, ME=15,02 kg, Protein=663,6 gram, Mineral=42 gram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari kebutuhan nutrisi tersebut, kebutuhan pakannya dapat diformulasikan dengan suatu metode. Misalnya bahan-bahan pakan yang tersedia adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rumput gajah:&lt;br /&gt;Bahan Kering=16%, ME=0,33 Mcal, Protein=1,8                                    gram%BK, Mineral=2,5 gram%BK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rumput Kedele:&lt;br /&gt;Bahan Kering=93,5%, ME=3,44 Mcal, Protein=44,9                                    gram%BK, Mineral=6,3 gram%BK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bungkil kelapa:&lt;br /&gt;Bahan Kering=86%, ME=2,86 Mcal, Protein=18,6                                    gram%BK, Mineral=5,5 gram%BK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rumput gajah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan                            bahan kering sebanyak 80%&lt;br /&gt;= 80/100X7,4 kg = 5,92 kg BK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka kandungan protein yang sudah dapat dipenuhi rumput                            adalah: sebanyak&lt;br /&gt;= 1,8/100 X 5,92 kg = 106,56 gram protein.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kekurangan:&lt;br /&gt;Bahan kering = 7,4 - 5,92 kg = 1,48 kg&lt;br /&gt;Protein = (663,6 - 106,56) gram = 557,04 kg atau 557,04/1480                            X 100% = 37,64%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bungkil kedelai akan memenuhi kekurangan tersebut sejumlah:&lt;br /&gt;19,04/26,3 X 1,48 kg = 1,07 kg BK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bungkil kelapa akan memenuhi kekurangan tersebut sejumlah:&lt;br /&gt;7,26/26,3 X 1,48 kg = 0,41 kg BK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi, jumlah bahan pakan segar yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ternak dengan kondisi tersebut di atas adalah:&lt;br /&gt;Rumput gajah = 5,92 X 100/16 kg = 37 kg&lt;br /&gt;Bungkil kedelai = 1,07 X 100/93,5 kg = 1,14 kg&lt;br /&gt;Bungkil kelapa = 0,41 X 100/86 kg = 0,48 kg.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teknologi Pakan&lt;br /&gt;Teknologi pakan ternak ruminansia meliputi kegiatan pengolahan bahan pakan yang bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi, meningkatkan daya cerna dan memperpanjang masa simpan. Sering juga dilakukan dengan tujuan untuk mengubah limbah pertanian yang kurang berguna menjadi produk yang berdaya guna.Pengolahan bahan pakan yang dilakukan secara fisik (pemotongan rumput sebelum diberikan pada ternak) akan memberi kemudahan bagi ternak yang mengkonsumsinya. Pengolahan secara kimiawi (dengan menambah beberapa bahan kimia pada bahan pakan agar dinding sel tanaman yang semula berstruktur sangat keras berubah menjadi lunak sehingga memudahkan mikroba yang hidup di dalam rumen untuk mencernanya. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak teknik pengolahan telah dilakukan di negara-negara beriklim subtropis dan tropis, akan tetapi sering menyebabkan pakan menjadi tidak ekonomis dan masih memerlukan teknik-teknik untuk memodifikasinya, terutama dalam penerapannya di tingkat peternak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan                            di lapangan adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembuatan HayHay adalah tanaman hijauan pakan ternak, berupa rumputrumputan/ leguminosa yang disimpan dalam bentuk kering berkadar air: 20-30%. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembuatan Hay bertujuan untuk menyeragamkan waktu panen agar tidak mengganggu pertumbuhan pada periode berikutnya, sebab tanaman yang seragam akan memilik daya cerna yang lebih tinggi. Tujuan khusus pembuatan Hay adalah agar tanaman hijauan (pada waktu panen yang berlebihan) dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada 2 metode pembuatan Hay yang dapat diterapkan                                    yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode Hamparan Merupakan metode sederhana, dilakukan dengan cara meghamparkan hijauan yang sudah dipotong di lapangan terbuka di bawah sinar matahari. Setiap hari hamparan di balik-balik hingga kering. Hay yang dibuat dengan cara ini biasanya memiliki kadar air: 20 - 30% (tanda: warna kecoklat-coklatan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode Pod Dilakukan dengan menggunakan semacam rak sebagai tempat menyimpan hijauan yang telah dijemur selama 1 - 3 hari (kadar air ±50%). Hijauan yang akan diolah harus dipanen saat menjelang berbunga (berkadar protein tinggi, serat kasar dan kandungan air optimal), sehingga hay yang diperoleh tidak berjamur (tidak berwarna “gosong”) yang akan menyebabkan turunnya palatabilitas dan kualitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembuatan SilaseSilase adalah bahan pakan ternak berupa hijauan (rumput-rumputan atau leguminosa) yang disimpan dalam bentuk segar mengalami proses ensilase. Pembuatan silase bertujuan mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidak mungkin dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prinsip utama pembuatan silase:&lt;br /&gt;a) menghentikan pernafasan dan penguapan sel-sel                                    tanaman.&lt;br /&gt;b) mengubah karbohidrat menjadi asam laktat                                    melalui proses fermentasi kedap&lt;br /&gt;udara.&lt;br /&gt;c) menahan aktivitas enzim dan bakteri pembusuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembuatan silase pada temperatur 27-35 derajat C., menghasilkan kualitas yang sangat baik. Hal tersebut dapat diketahui secara organoleptik, yakni:&lt;br /&gt;a) mempunyai tekstur segar&lt;br /&gt;b) berwarna kehijau-hijauan&lt;br /&gt;c) tidak berbau&lt;br /&gt;d) disukai ternak&lt;br /&gt;e) tidak berjamur&lt;br /&gt;f) tidak menggumpal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa metode dalam pembuatan silase:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode Pemotongan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Hijauan dipotong-potong dahulu, ukuran                                          3-5 cm&lt;br /&gt;- Dimasukkan kedalam lubang galian (silo)                                          beralas plastik&lt;br /&gt;- Tumpukan hijauan dipadatkan (diinjak-injak)&lt;br /&gt;- Tutup dengan plastik dan tanah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode Pencampuran&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hijauan dicampur bahan lain dahulu sebelum dipadatkan (bertujuan untuk mempercepat fermentasi, mencegah tumbuh jamur dan bakteri pembusuk, meningkatkan tekanan osmosis sel-sel hijauan. Bahan campuran dapat berupa: asam-asam organik (asam formiat, asam sulfat, asam klorida, asam propionat), molases/tetes, garam, dedak padi, menir /onggok dengan dosis per ton hijauan sebagai berikut:&lt;br /&gt;- asam organik: 4-6kg&lt;br /&gt;- molases/tetes: 40kg&lt;br /&gt;- garam : 30kg&lt;br /&gt;- dedak padi: 40kg&lt;br /&gt;- menir: 35kg&lt;br /&gt;- onggok: 30kg&lt;br /&gt;Pemberian bahan tambahan tersebut harus dilakukan secara merata ke seluruh hijauan yang akan diproses. Apabila menggunakan molases/tetes lakukan secara bertahap dengan perbandingan 2 bagian pada tumpukan hijauan di lapisan bawah, 3 bagian pada lapisan tengah dan 5 bagian pada lapisan atas agar terjadi pencampuran yang merata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode Pelayuan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Hijauan dilayukan dahulu selama 2                                          hari (kandungan bahan kering&lt;br /&gt;40% - 50%)&lt;br /&gt;- Lakukan seperti metode pemotongan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;AmoniasiAmoniasi merupakan proses perlakuan terhadap bahan pakan limbah pertanian (jerami) dengan penambahan bahan kimia: kaustik soda (NaOH), sodium hidroksida (KOH) atau urea (CO(NH2) 2. Proses amoniasi dapat menggunakan urea sebagai bahan kimia agar biayanya murah serta untuk menghindari polusi. Jumlah urea yang diperlukan dalam proses amoniasi: 4 kg/100 kg jerami. Bahan lain yang ditambahkan yaitu : air sebagai pelarut (1 liter air/1 kg jerami).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pakan PemacuMerupakan sejenis pakan yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan dan peningkatan populasi mikroba di dalam rumen, sehingga dapat merangsang penambahan jumlah konsumsi serat kasar yang akan meningkatkan produksi. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Molases sebagai bahan dasar pakan pemacu merupakan bahan pakan yang dapat difermentasi dan mengandung beberapa mineral penting. Dapat memperbaiki formula menjadi lebih kompak, mengandung energi cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan palatabilitas serta citarasa. Urea merupakan bahan pakan sumber nitrogen yang dapat difermentasi. Setiap kilogram urea mempunyai nilai yang setara dengan 2,88 kg protein kasar (6,25X46%). Dalam proporsi tertentu mempunyai dampak positif terhadap peningkatan konsumsi serat kasar dan daya cerna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses                                            Pembuatan&lt;br /&gt;Dilakukan dalam suasana hangat dan bertahap                                            :&lt;br /&gt;- Molases (29% dari total formula) dipanaskan                                            pada suhu ± 50 derajat C.&lt;br /&gt;- Buat campuran I (tapioka 16%, dedak                                            padi 18%, bungkil kedelai 13%).&lt;br /&gt;- Buat campuran II (urea: 5%, kapur                                            4%, garam 9%).&lt;br /&gt;- Buat campuran III (tepung tulang 5%                                            dan mineral 1%).&lt;br /&gt;- Buat campuran IV dari campuran I,                                            II, III yang diaduk merata.&lt;br /&gt;- Masukkan campuran IV sedikit sedikit                                            ke dalam molases, diaduk hingga&lt;br /&gt;merata (±15 menit).&lt;br /&gt;- Masukkan dalam mangkok/cetakan kayu                                            beralas plastik dan padatkan.&lt;br /&gt;- Simpan di tempat teduh dan kering.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kualitas Nutrisi&lt;br /&gt;Hasil analisis proksimat, pakan pamacu yang dibuat dengan formulasi tersebut mempunyai nilai nutrisi sebagai berikut: Energi 1856 Kcal, protein 24%, kalsium 2,83% dan fosfor 0,5%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah dan Metode                                            Pemberian&lt;br /&gt;Pemberian pakan pamacu dapat meningkatkan konsentrasi amonia dalam rumen dari (60-100) mgr/liter menjadi 150-250 mgr/liter. Jumlah pemberian pakan pemacu disesuaikan dengan jenis dan berat badan ternak. Untuk ternak ruminansia kecil (domba/kambing) maksimum 4 gram untuk setiap berat badan. Untuk ternak ruminansia besar (sapi) 2 gram untuk setiap berat badan dan 3,8 gram untuk kerbau. Pemberian pakan pemacu sangat cocok bagi ternak ruminansia yang digembalakan dan diberi sisa tanaman pangan seperti jerami atau bahan pakan berkadar protein rendah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pakan PenguatPakan penguat atau konsentrat yang berbentuk seperti tepung adalah sejenis pakan komplet yang dibuat khusus untuk meningkatkan produksi dan berperan sebagai penguat. Mudah dicerna, karena terbuat dari campuran beberapa bahan pakan sumber energi (biji-bijian, sumber protein jenis bungkil, kacang-kacangan, vitamin dan mineral). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pakan penguat: &lt;/span&gt;&lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketersediaan                                            Harga Satuan Bahan Pakan&lt;br /&gt;Beberapa bahan pakan mudah diperoleh di suatu daerah, dengan harga bervariasi, sedang di beberapa daerah lain sulit didapat. Harga perunit bahan pakan sangat berbeda antara satu daerah dan daerah lain, sehingga keseragaman harga per unit nutrisi (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Standar kualitas                                            Pakan Penguat&lt;br /&gt;Kualitas pakan penguat dinyatakan dengan nilai nutrisi yang dikandungnya terutama kandungan energi dan potein. Sebagai pedoman, setiap Kg pakan penguat harus mengandung minimal 2500 Kcal energi dan 17% protein, serat kasar 12%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode dan Teknik                                            Pembuatan&lt;br /&gt;Metode formulasi untuk pakan penguat adalah metode simultan, metode segiempat bertingkat, metode aljabar, metode konstan kontrol, metode ekuasi atau metode grafik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prosedur Memformulasi &lt;/span&gt;&lt;table class="mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Buat daftar bahan pakan yang akan digunakan, kandungan nutrisinya (energi, potein), harga per unit berat, harga per unit energi dan harga per unit protein.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tentukan standar kualitas nutrisi pakan penguat yang akan dibuat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memformulasi,                                                    dilakukan pada form formulasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tentukan sebanyak 2% (pada kolom %) bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tentukan sebanyak 30% bahan pakan yang mempunyai kandungan energi lebih tinggi daripada kandungan energi pakan penguat, tetapi harga per unit energinya yang paling murah (dapat digunakan lebih dari 1 macam bahan pakan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tentukan sebanyak 18% bahan pakan yang mempunyai kandungan protein lebih tinggi daripada kandungan protein pakan penguat, tetapi harga per unit proteinnya paling murah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlahkan (% bahan, Kcal energi, % protein dan harganya), maka 50% formula sudah diperoleh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lakukan pengecekan kualitas dengan membandingkan kualitas nutrisi %0% formula dengan kualitas nutrisi 50% pakan penguat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;6.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="114"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td height="114" valign="top"&gt; &lt;table class="isi mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td height="1" width="5%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;10.1.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td height="1" valign="top" width="95%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Analisis                      Usaha Budidaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td height="74"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;10.2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td height="1" valign="top"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Gambaran                      Peluang Agribisnis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pakan mengambil 70% dari total biaya produksi peternakan, sehingga tetap menjadi aktual untuk dijadikan suatu bisnis yang sangat cerah. Salah satu yang memungkinkan proses agroindutri yang akan menjadi peluang bisnis yang bagus yaitu mewujudkan industri pakan blok. Selain dari pada itu telah banyak dilakukan penelitian terapan dibidang pakan blok yang sangat mungkin dikembangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;7.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td height="1" valign="top" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kartadisastra, H.R. (1997). Penyediaan &amp;amp; Pengelolaan Pakan ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba, Kambing). Yogyakarta, Kanisius&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Budi Pratomo (1986). Cara Menyusun ransum ternak.                    Poultri Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suara Karya, 3 Maret 1992. Mengenal Pakan Ternak                    Jenis Unggul.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Neraca, 6 Juni 1991. Jenis Pakan Yang Cocok Untuk                    Ternak.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suara Karya, 19 Januari 1993. Memanfaatkan Sisa                    Pakan.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suara Karya, 2 Juni 1992. Silase, Pakan Ternak                    Musim Kemarau.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Neraca, 1 Juli 1991. Pemgolahan Jerami Menjadi                    Pakan Yang Disukai ternak.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pikiran Rakyat, 21 Mei 1990. Perlakuan Khusus                    Terhadap Biji-bijian Bahan Pakan Ternak.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Neraca, 20 juli 1990. Pembuatan Hijauan Makanan                    Ternak.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suara Karya, 15 September 1992. Cara Menanam                    Rumput Gajah.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kedaulatan Rakyat, 21 Juni 1990. Prospek Industri                    Makanan Ternak Limbah Coklat di Wonosari Cerah.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;8.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;table class="isi mceItemTable" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;Jl. Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang                    Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek,&lt;br /&gt;Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,&lt;br /&gt;Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952,&lt;br /&gt;Situs Web: &lt;a title="http://www.ristek.go.id" href="http://www.ristek.go.id/" mce_href="http://www.ristek.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6430553027625442031-1777959896807367363?l=infokebun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/1777959896807367363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6430553027625442031&amp;postID=1777959896807367363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/1777959896807367363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/1777959896807367363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/2008/06/pakan-ternak.html' title='Pakan Ternak'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-8265745795710291188</id><published>2008-06-11T15:31:00.000+07:00</published><updated>2008-06-11T15:32:30.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Domba'/><title type='text'>Budidaya Domba</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" class="bg" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/domba.jpg" height="199" width="275" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;table style="font-family: verdana;" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;            &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domba yang kita kenal                sekarang merupakan hasil dometikasi manusia yang sejarahnya diturunkan                dari 3 jenis domba liar, yaitu Mouflon (Ovis musimon) yang berasal                dari Eropa Selatan dan Asia Kecil, Argali (Ovis amon) berasal dari                Asia Tenggara, Urial (Ovis vignei) yang berasal dari Asia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di Indonesia sentra                peternakan domba berada di daerah Aceh dan Sumatra Utara. Di Aceh                pada tahun 1993 tercatat sekitar 106 ribu ekor domba, sementara                di Sumatera Utara sekitar 95 ribu ekor domba yang diternakan. Lahan                yang digunakan untuk berternak di daerah Aceh berdasarkan data Puslit                Tanah dan Agroklimat Deptan tahun 1979, seluas 5,5 juta hektar mulai                dari kemampuan kelas I sampai VIII, sedangkan di Sumatera Utara                luas lahan yang digunakan sekitar 7 juta hektar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domba seperti halnya                kambing, kerbau dan sapi, tergolong dalam famili Bovidae. Kita mengenal                beberapa bangsa domba yang tersebar diseluruh dunia, seperti:                &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domba Kampung adalah domba                        yang berasal dari Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domba Priangan berasal dari Indonesia                        dan banyak terdapat di daerah Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domba Ekor Gemuk merupakan domba yang                        berasal dari Indonesia bagian Timur seperti Madura, Sulawesi                        dan Lombok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domba Garut adalah domba hasil persilangan                        segi tiga antara domba kampung, merino dan domba ekor gemuk                        dari Afrika Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;              Di Indonesia, khususnya di Jawa, ada 2 bangsa domba yang terkenal,                yakni domba ekor gemuk yang banyak terdapat di daerah Jawa Tengah                dan Jawa Timur dan domba ekor tipis yang banyak terdapat di Jawa                Barat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Daging domba merupakan                sumber protein dan lemak hewani. Walaupun belum memasyarakat, susu                domba merupakan minuman yang bergizi. Manfaat lain dari berternak                domba adalah bulunya dapat digunakan sebagai industri tekstil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lokasi untuk peternakan domba sebaiknya berada di areal yang                cukup luas, udaranya segar dan keadaan sekelilingnya tenang, dekat                dengan sumber pakan ternak, memiliki sumber air, jauh dari daerah                pemukiman dan sumber air penduduk (minimal 10 meter), relatif dekat                dari pusat pemasaran dan pakan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="2354" valign="top"&gt;              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="2" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domba yang unggul adalah                      domba yang sehat dan tidak terserang oleh hama penyakit, berasal                      dari bangsa domba yang persentase kelahiran dan kesuburan                      tinggi, serta kecepatan tumbuh dan persentase karkas yang                      baik. Dengan demikian keberhasilan usaha ternak domba tidak                      bisa dipisahkan dengan pemilihan induk/pejantan yang memiliki                      sifat-sifat yang baik.Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" height="1" valign="top"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;                              &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perkandangan&lt;br /&gt;                              &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Kandang harus kuat sehingga dapat                                dipakai dalam waktu yang lama, ukuran sesuai dengan                                jumlah ternak, bersih, memperoleh sinar matahari                                pagi, ventilasi kandang harus cukup dan terletak                                lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya agar tidak                                kebanjiran. Atap kandang diusahakan dari bahan yang                                ringan dan memiliki daya serap panas yang relatif                                kecil, misalnya dari atap rumbia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              Kandang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsinya,                                yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                    &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td width="97%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang                                        induk/utama, tempat domba digemukkan. Satu                                        ekor domba membutuhkan luas kandang 1 x                                        1 m.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr valign="top"&gt;                                    &lt;td height="1"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang                                        induk dan anaknya, tempat induk yang sedang                                        menyusui anaknya selama 3 bulan. Seekor                                        induk domba memerlukan luas 1,5 x 1 m dan                                        anak domba memerlukan luas 0,75 x 1 m.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr valign="top"&gt;                                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang pejantan, tempat                                        domba jantan yang akan digunakan sebagai                                        pemacak seluas 2 x 1,5 m/pemancak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                               &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                              Di dalam kandang domba sebaiknya terdapat tempat                                makan, palung makanan dan minuman, gudang makanan,                                tempat umbaran (tempat domba saat kandang dibersihkan)                                dan tempat kotoran/kompos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              Tipe dan model kandang pada hakikatnya dapat dibedakan                                dalam 2 tipe, yaitu:                                &lt;/span&gt;                               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                    &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td width="97%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tipe kandang                                        Panggung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr valign="top"&gt;                                    &lt;td height="1"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tipe kandang ini memiliki                                        kolong yang bermanfaat sebagai penampung                                        kotoran. Kolong digali dan dibuat lebih                                        rendah daripada permukaan tanah sehingga                                        kotoran dan air kencingnya tidak berceceran.                                        Alas kandang terbuat dari kayu/bambu yang                                        telah diawetkan, Tinggi panggung dari tanah                                        dibuat minimal 50 cm/2 m untuk peternakan                                        besar. Palung makanan harus dibuat rapat,                                        agar bahan makanan yang diberikan tidak                                        tercecer keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr valign="top"&gt;                                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tipe kandang Lemprak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr valign="top"&gt;                                    &lt;td height="1"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kandang tipe ini pada                                        umumnya digunakan untuk usaha ternak domba                                        kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapi                                        dengan alas kayu, tetapi ternak beralasan                                        kotoran dan sisa-sisa hijauan pakan. Kandang                                        tidak dilengkapi dengan palung makanan,                                        tetapi keranjang rumput yang diletakkan                                        diatas alas. Pemberian pakan sengaja berlebihan,                                        agar dapat hasil kotoran yang banyak. Kotoran                                        akan dibongkar setelah sekitar 1-6 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                             &lt;/div&gt;                           &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="533"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="533"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Peyiapan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Domba yang unggul adalah domba yang sehat dan tidak terserang                      oleh hama penyakit, berasal dari bangsa domba yang persentase                      kelahiran dan kesuburan tinggi, serta kecepatan tumbuh dan                      persentase karkas yang baik. Dengan demikian keberhasilan                      usaha ternak domba tidak bisa dipisahkan dengan pemilihan                      induk/pejantan yang memiliki sifat-sifat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                          &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="54" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td width="97%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Calon Induk:                                      berumur 1,5-2 tahun, tidak cacat, bentuk perut                                      normal, telinga kecil hingga sedang, bulu                                      halus, roman muka baik dan memiliki nafsu                                      kawin besar dan ekor normal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Calon Pejantan: berumur                                      1,5-2 tahun, sehat dan tidak cacat, badan                                      normal dan keturunan dari induk yang melahirkan                                      anak 2 ekor/lebih, tonjolan tulang pada kaki                                      besar dan mempunyai buah zakar yang sama besar                                      serta kelaminnya dapat bereaksi, mempunyai                                      gerakan yang lincah, roman muka baik dan tingkat                                      pertumbuhan relatif cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reproduksi dan Perkawinan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal yang harus di ketahui oleh                              para peternak dalam pengelolaan reproduksi adalah                              pengaturan perkawinan yang terencana dan tepat waktu.                             &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="3%"&gt;                                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td width="97%"&gt;                                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dewasa Kelamin, yaitu saat                                      ternak domba memasuki masa birahi yang pertama                                      kali dan siap melaksanakan proses reproduksi.                                      Fase ini dicapai pada saat domba berumur 6-8                                      bulan, baik pada yang jantan maupun yang betina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;                                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;                                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dewasa tubuh, yaitu masa                                      domba jantan dan betina siap untuk dikawinkan.                                      Masa ini dicapai pada umur 10-12 bulan pada                                      betina dan 12 bulan pada jantan. Perkawinan                                      akan berhasil apabila domba betina dalam keadaan                                      birahi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses Kelahiran&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lama kebuntingan bagi domba adalah                              150 hari (5 bulan). Menjelang kelahiran anak domba,                              kandang harus bersih dan diberi alas yang kering.                              Bahan untuk alas kandang dapat berupa karung goni/jerami                              kering. Obat yang perlu dipersiapkan adalah jodium                              untuk dioleskan pada bekas potongan tali pusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Induk domba yang akan melahirkan dapat diketahui melalui                              perubahan fisik dan perilakunya sebagai berikut:&lt;br /&gt;                            a. Keadaan perut menurun dan pinggul mengendur.&lt;br /&gt;                            b. Buah susu membesar dan puting susu terisi penuh.&lt;br /&gt;                            c. Alat kelamin membengkak, berwarna kemerah-merahan                              dan lembab.&lt;br /&gt;                            d. Ternak selalu gelisah dan nafsu makan berkurang.&lt;br /&gt;                            e. Sering kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Proses kelahiran berlangsung 15-30 menit, jika 45                              menit setelah ketuban pecah, anak domba belum lahir,                              kelahiran perlu dibantu. Anak domba yang baru lahir                              dibersihkan dengan menggunakan lap kering agar dapat                              bernafas. Biasanya induk domba akan menjilati anaknya                              hingga kering dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                                                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                        &lt;/div&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="237" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sanitasi lingkungan dapat dilakukan                            dengan membersihkan kandang dan peralatan dari sarang                            serangga dan hama. kandang terutama tempat pakan dan                            tempat minum dicuci dan dikeringkan setiap hari. Perlu                            dilakukan pembersihan rumput liar di sekitar kandang.                            Kandang ternak dibersihkan seminggu sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pengontrolan Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domba yang terserang penyakit dapat                            segera diobati dan dipisahkan dari yang sehat. Lakukan                            pencegahan dengan menyuntikan vaksinasi pada domba-domba                            yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan Ternak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Induk bunting diberi makanan yang                            baik dan teratur, ruang gerak yang lapang dan dipisahkan                            dari domba lainnya. induk yang baru melahirkan diberi                            minum dan makanan hijauan yang telah dicampurkan dengan                            makanan penguat lainnya. Selain itu, induk domba harus                            dimandikan. Anak domba (Cempe) yang baru dilahirkan,                            dibersihkan dan diberi makanan yang terseleksi. Cempe                            yang disapih perlu diperhatikan. pakan yang berkualitas                            dalam bentuk bubur tidak lebih dari 0,20 kg satu kali                            sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Perawatan ternak dewasa meliputi:                            &lt;/span&gt;                           &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td width="3%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td width="97%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memandikan                                    ternak secara rutin minimal seminggu sekali.                                    dengan cara disikat dan disabuni. pada pagi                                    hari, kemudian dijemur dibawah sinar matahari                                    pagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mencukur Bulu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;                                    &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pencukuran bulu domba dengan                                    gunting biasa/cukur ini. dilakukan minimal 6                                    bulan sekali dan disisakan guntingan bulu setebal                                    kira-kira 0,5 cm. Sebelumnya domba dimandikan                                    sehingga bulu yang dihasilkan dapat dijadikan                                    bahan tekstil. Keempat kaki domba diikat agar                                    tidak lari pada saat dicukur. Pencukuran dimulai                                    dari bagian perut kedepan dan searah dengan                                    punggung domba&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Merawat dan Memotong Kuku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemotongan kuku domba                                    dipotong 4 bulan sekali dengan golok, pahat                                    kayu, pisau rantan, pisau kuku atau gunting.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;                            &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Zat gizi makanan yang diperlukan                            oleh ternak domba dan mutlak harus tersedia dalam jumlah                            yang cukup adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin,                            mineral dan air. Bahan pakan untuk domba pada umumnya                            digolongkan dalam 4 golongan sebagai berikut:                            &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td height="1" width="3%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.                                  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td width="97%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Golongan Rumput-rumputan,                                    seperti rumput gajah, benggala, brachiaria,                                    raja, meksiko dan rumput alam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Golongan Kacang-kacangan,                                    seperti daun lamtoro, turi, gamal daun kacang                                    tanah, daun kacang-kacangan, albisia, kaliandra,                                    gliricidia dan siratro.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasil Limbah Pertanian,                                    seperti daun nangka, daun waru, daun dadap,                                    daun kembang sepatu, daun pisang, daun jagung,                                    daun ketela pohon, daun ketela rambat dan daun                                    beringin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Golongan Makanan Penguat                                    (Konsentrat), seperti dedak, jagung karing,                                    garam dapur, bungkil kelapa, tepung ikan, bungkil                                    kedelai, ampas tahu, ampas kecap dan biji kapas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                          Pakan untuk domba berupa campuran dari keempat golongan                            di atas yang disesuaikan dengan tingkatan umur. Adapun                            proporsi dari campuran tersebut adalah:                            &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ternak dewasa: rumput 75%, daun                                  25%&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Induk bunting: rumput 60%, daun 40%, konsentrat                                  2-3 gelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Induk menyusui: rumput 50%, daun 50% dan konsentrat2-3                                  gelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak sebelum disapih: rumput 50%, daun 50%&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Anak lepas sapih: rumput 60%, daun 40% dan                                  konsentrat 0,5–1 gelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                          Sedangkan dosis pemberian ransum untuk pertumbuhan domba                            adalah sebagai berikut:                            &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=180                                  kg/hari, pertambahan bobot=50 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=340 kg/hari,                                  pertambahan bobot=100 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=410 kg/hari,                                  pertambahan bobot=150 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=110 kg/hari,                                  pertambahan bobot=50 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=280 kg/hari,                                  pertambahan bobot=100 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;f. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=440 kg/hari,                                  pertambahan bobot=150 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;g.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=160 gr/hari,                                  pertambahan bobot=50 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;h.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=320 gr/hari,                                  pertambahan bobot=100 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;i. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=470 gr/hari,                                  pertambahan bobot=150 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;j. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=100 gr/hari,                                  pertambahan bobot=50 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;k.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=260 gr/hari,                                  pertambahan bobot=100 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;l.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=410 gr/hari,                                  pertambahan bobot=150 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;m.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=60 gr/hari, pertambahan                                  bobot=50 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;n.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=180 gr/hari,                                  pertambahan bobot=100 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;o. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=340 gr/hari,                                  pertambahan bobot=150 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;p.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=50 gr/hari,                                  pertambahan bobot=50 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;q.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=110 gr/hari,                                  pertambahan bobot=100 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;r.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=260 gr/hari,                                  pertambahan bobot=150 gr/hari &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;s.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=40 gr/hari,                                  pertambahan bobot=50 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;t.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=280 gr/hari,                                  pertambahan bobot=100 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                                &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;u.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=440 gr/hari,                                  pertambahan bobot=150 gr/hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemberian vaksinasi dapat dilakukan setiap enam bulan                          sekali vaksinasi dapat dilakukan dengan menyuntikan obat                          kedalam tubuh domba. Vaksinasi mulai dilakukan pada anak                          domba (cempe) bila telah berusia 1 bulan, selanjutnya                          diulangi pada usia 2-3 bulan. Vaksinasi yang biasa diberikan                          adalah jenis vaksin Spora (Max Sterne), Serum anti anthrax,                          vaksin AE, dan Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemeliharaan Kandang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemeliharaan kandang meliputi pembersihan kotoran domba                          menimal satu minggu sekali, membuang kotoran ke tempat                          penampungan limbah, membersihkan lantai atau alas, penyemprotan                          dan pengapuran kandang untuk disinfektan.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Mencret&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; bakteri                      Escherichia coli yang menyerang anak domba berusia 3 bulan.                      &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Pengobatan:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; antibiotika dan sulfa yang diberikan                      lewat mulut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Radang Pusar&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; alat                      pemotongan pusar yang tidak steril atau tali pusar tercemar                      oleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Escherichia coli                      dan Actinomyces necrophorus. Usia domba yang terserang biasanya                      cempe usia 2-7 hari.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; terjadi pembengkakan di sekitar                      pusar dan apabila disentuh domba akan kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengobatan:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan antibiotika, sulfa                      dan pusar dikompres dengan larutan rivanol (Desinfektan)&lt;/span&gt;                                          &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Cacar Mulut&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyakit ini menyerang domba usia sampai                      3 bulan.&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; cempe yang terserang tidak dapat mengisap                      susu induknya karena tenggorokannya terasa sakit sehingga                      dapat mengakibatkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan sulfa seperti                      Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau pinicillin.&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Titani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; kekurangan                      Defisiensi Kalsium (Ca) dan Mangan (Mn). Domba yang diserang                      biasanya berusia 3-4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; domba selalu gelisah, timbul                      kejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruh badan                      Penyakit ini dapat diobati dengan menyuntikan larutan Genconos                      calcicus dan Magnesium.&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Radang Limoah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyakit ini menyerang domba pada semua                      usia, sangat berbahaya, penularannya cepat dan dapat menular                      ke manusia&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab: &lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;bakteri Bacillus anthracis.&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung                      dan dubur keluar cairan yang bercampur dengan darah, nadi                      berjalan cepat, tubuh gemetar dan nafsu makan hilang.&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Pengendalian : &lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;dengan menyuntikan antibiotika                      Pracain penncillin G, dengan dosis 6.000-10.000 untuk /kg                      berat tubuh domba tertular. &lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Mulut dan Kuku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyakit menular ini dapat menyebabkan                      kematian pada ternak domba, dan yang diserang adalah pada                      bagian mulut dan kuku.&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Penyebab: &lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;virus dan menyerang semua usia pada                      domba&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; mulut melepuh diselaputi lendir.&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; membersihkan bagian yang melepuh                      pada mulut dengan menggunakan larutan Aluminium Sulfat 5%,                      sedangkan pada kuku dilakukan dengan merendam kuku dalam larutan                      formalin atau Natrium karbonat 4%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Ngorok&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; bakteri                      Pasteurella multocida.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; nafsu makan domba berkurang,                      dapat menimbulkan bengkak pada bagian leher dan dada. Semua                      usia domba dapat terserang penyakit ini, domba yang terserang                      terlihat lidahnya bengkak dan menjulur keluar, mulut menganga,                      keluar lendir berbuih dan sulit tidur.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; menggunakan antibiotika                      lewat air minum atau suntikan.&lt;/span&gt;                                          &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Perut Kembung&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; pemberian                      makanan yang tidak teratur atau makan rumput yang masih diselimuti                      embun. &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;lambung domba membesar dan dapat menyebabkan                      kematian. Untuk itu diusahakan pemberian makan yang teratur                      jadwal dan jumlahnya jangan digembalakan terlalu pagi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; memberikan gula yang                      diseduh dengan asam, selanjutnya kaki domba bagian depan diangkat                      keatas sampai gas keluar.&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Parasit Cacing&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua usia domba dapat terserang penyakit                      ini. &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;cacing Fasciola gigantica (Cacing hati),                      cacing Neoascaris vitulorum (Cacing gelang), cacing Haemonchus                      contortus (Cacing lambung), cacing Thelazia rhodesii (Cacing                      mata). &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;                    Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; diberikan Zanil atau Valbazen                      yang diberikan lewat&lt;br /&gt;                    minuman, dapat juga diberi obat cacing seperti Piperazin dengan                      dosis 220&lt;br /&gt;                    mg/kg berat tubuh domba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Kudis&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Merupakan penyakit menular yang menyerang                      kulit domba pada semua usia. Akibat dari penyakit ini produksi                      domba merosot, kulit menjadi jelek dan mengurangi nilai jual                      ternak domba.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; parasit berupa kutu yang                      bernama Psoroptes ovis, Psoroptes ciniculi dan Chorioptes                      bovis. &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; tubuh domba lemah,                      kurus, nafsu makan menurun dan senang menggaruk tubuhnya.                      Kudis dapat menyerang muka, telinga, perut punggung, kaki                      dan pangkal ekor.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan mengoleskan                      Benzoas bensilikus 10% pada luka, menyemprot domba dengan                      Coumaphos 0,05-0,1%.&lt;/span&gt;                                          &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Dermatitis&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah penyakit kulit menular pada ternak                      domba, menyerang kulit bibit domba.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; virus dari sub-group Pox                      virus dan menyerang semua usia domba.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; terjadi peradangan kulit                      di sekitar mulut, kelopak mata, dan alat genital. Pada induk                      yang menyusui terlihat radang kelenjar susu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; menggunakan salep atau                      Jodium tinctur pada luka.&lt;/span&gt;                                                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Penyakit Kelenjar Susu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;                    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyakit ini sering terjadi pada domba                      dewasa yang menyusui, sehingga air susu yang diisap cempe                      tercemar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; ambing domba induk yang                      menyusui tidak secara ruti dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gejala :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; ambing domba bengkak, bila                      diraba tersa panas, terjadi demam dan suhu tubuh tinggi, nafsu                      makan kurang, produsi air susu induk berkurang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; pemberian obatobatan                      antibiotika melalui air minum.&lt;/span&gt;                                                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;            Secara umum pengendalian dan pencegahan penyakit yang terjadi pada              domba dapat dilakukan dengan:              &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjaga kebersihan kandang, dan mengganti alas kandang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengontrol anak domba (cempe) sesering                      mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memberikan nutrisi dan makanan penguat                      yang mengandung mineral, kalsium dan mangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memberikan makanan sesuai jadwal dan                      jumlahnya, Hijauan pakan yang baru dipotong sebaiknya dilayukan                      lebih dahulu sebelum diberikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menghindari pemberian makanan kasar atau                      hijauan pakan yang terkontaminasi siput dan sebelum dibrikan                      sebainya dicuci dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;f) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sanitasi yang baik, sering memandikan                      domba dan mencukur bulu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;g)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tatalaksana kandang diatur dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;h)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Melakukan vaksinasi dan pengobatan pada                      domba yang sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="118"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;             &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil                      Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Hasil utama dari budidaya domba adalah karkas (daging)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Hasil tambahan dari budidaya domba adalah bulunya (wool) yang                    dapat di jadikan sebagai bahan tekstil.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                 &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pembersihan&lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;Sebelum dipotong ternak dibersihkan dengan cara mencuci                      kaki domba dan menyemprotkan air diatas kepala ternak agar                      karkas yang dihasilkan tidak tercemar oleh bakteri dan kotoran.                    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="314"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1" width="96%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Stoving&lt;br /&gt;                      &lt;/strong&gt;Ada beberapa prinsip teknis yang harus diperhatikan                        dalam pemotongan domba agar diperoleh hasil pemotongan yang                        baik, yaitu:                        &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                            &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td height="1" width="96%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ternak domba harus diistirahatkan sebelum pemotongan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr valign="top"&gt;                            &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ternak domba harus bersih,                                bebas dari tanah dan kotoran lain yang dapat mencemari                                daging.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr valign="top"&gt;                            &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemotongan ternak harus dilakukan                                secepat mungkin, dan rasa sakit yang diderita ternak                                diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluar                                secara tuntas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr valign="top"&gt;                            &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua proses yang digunakan                                harus dirancang untuk mengurangi jumlah dan jenis                                mikroorganisme pencemar seminimal mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pengulitan&lt;br /&gt;                      &lt;/strong&gt;Pengulitan pada domba yang telah disembelih dapat                        dilakukan dengan menggunakan pisau tumpul atau kikir agar                        kulit tidak rusak. Kulit domba dibersihkan dari daging,                        lemak, noda darah atau kotoran yang menempel. Jika sudah                        bersih, dengan alat perentang yang dibuat dari kayu, kulit                        domba dijemur dalam keadaan terbentang. Posisi yang paling                        baik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah dalam                        posisi sudut 45 derajat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pengeluaran Jeroan&lt;br /&gt;                      &lt;/strong&gt;Setelah domba dikuliti, isi perut (visceral) atau                        yang sering disebut dengan jeroan dikeluarkan dengan cara                        menyayat karkas (daging) pada bagian perut domba. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan Karkas&lt;br /&gt;                      &lt;/strong&gt;Karkas dibelah menjadi dua bagian yaitu karkas                        tubuh bagian kiri dan karkas tubuh bagian kanan. Karkas                        dipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha                        belakang, rusuk dan punggung. Potongan tersebut dipisahkan                        menjadi komponen daging, lemak, tulang dan tendon. Pemotongan                        karkas harus mendapat penanganan yang baik supaya tidak                        cepat menjadi rusak, terutama kualitas dan hygienitasnya.                        Sebab kondisi karkas dipengaruhi oleh peran mikroorganisme                        selama proses pemotongan dan pengeluaran jeroan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1004"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="949" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="949" width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Perkiraan analisis usaha domba selama 136 hari di Bogor tahun                    1995 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1) Biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                         &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1" width="65%"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="32%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Sewa tanah 700 m2 (5 bulan) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      100.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bibit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Domba lepas sapih 100 ekor@ Rp.40.000,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   4.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bangunan dan peralatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Kandang ukuran 3,5 m                            x 18,75 m (2 buah) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bambu 360 batang @ Rp. 2.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      720.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Papan kayu panjang 2 m (352 buah)                            @ Rp. 2.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      704.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Paku reng 8 kg @ Rp. 4.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        32.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Paku usuk 10 kg @ Rp. 2.500,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        25.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Genting 6.480 buah @ Rp. 200,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   1.296.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tali 42 m @ Rp. 700,00 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        29.400,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Base Camp + gudang ukuran 5 m x                            6 m :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bambu 28 batang @ Rp.2.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        56.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Papan kayu panjang 2 m 60 buah @                            Rp.1.800,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      108.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Paku reng 2 kg @ Rp.4.000,00 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.          8.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Paku usuk 3 kg @ Rp.2.500,00&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rp.          7.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Genting 1.200 buah @ Rp.200,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      240.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tali 15 m @ Rp. 700,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        10.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Peralatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tempat minum dia 25 cm(100 buah)                            @ Rp.2.500,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      250.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Sekop 2 buah @ Rp.12.500,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        25.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Ember plastik diameter 25 cm (3                            bh) @ Rp.2.500,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.          7.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tong bak air (2 buah) @ Rp.35.000,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        70.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Ciduk (4 buah) @ Rp.1.500,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.          6.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pakan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Hijauan/rumput 34.000 kg @ Rp.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 17.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Konsentrat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   2.450.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Dedak 1.780 kg @ Rp.600,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   1.068.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bungkil kelapa 890 kg @ Rp.1.250,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   1.112.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tepung jagung 534,1 kg @ Rp.900,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      480.690,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bungkil kacang tanah 284,9 kg @                            Rp.1800,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      512.820,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Garam dapur 35,598 kg @ Rp.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        17.800,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tepung tulang 23,472 kg @ Rp.600,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        14.100,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Kapur 23,472 kg @ Rp.600,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        14.100,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tenaga kerja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tenaga kerja 112 HKSP @ Rp.7.000,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      784.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tenaga kerja 15 HKSP @ Rp.7.000,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      105.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tenaga kerja pemeliharaan selama                            136 hari &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      884.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;f. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya tak terduga 10% &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   3.213.800,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td colspan="2"&gt;                         &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Total Modal Usaha Tani &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 35.351.710,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2) Pendapatan&lt;br /&gt;                  &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;                                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td valign="top" width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1" valign="top" width="65%"&gt;                          &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nilai                            penjualan ternak100 x 95% x Rp.400.000,-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td valign="top" width="32%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 38.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nilai penjualan pupuk                            kandang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp       250.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;                         &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Total Pendapatan (II)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 38.250.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3) Keuntungan usaha : &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;(II                          - I)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="32%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.   2.898.290,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                                                                                    &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4) Parameter kelayakan usaha&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                  &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;                           Total                    Pendapatan&lt;br /&gt;                  a. B/C Ratio = ___________________ = 1,08&lt;br /&gt;                                           Total                    biaya produksi &lt;/span&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  ---&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;11.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bambang agus murtidjo. 1993.                      Memelihara Domba, Penerbit Kanisius, Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bambang Cahyono. 1998. Beternak Domba                      dan Kambing, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bambang Sugeng. 1990. Beternak Domba.                      Penebar Swadaya, Jakarta,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Joko santoso dkk. 1991. Pengembangan                      Ternak Potong di Pedesaan (Prosiding), Fakultas Peternakan                      UNSOED. Purwokerto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Warta pertanian No. 125/Th.X/1993, Peternakan,                      Jakarta, 1993.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;12.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;                  Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek,&lt;br /&gt;                  Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,&lt;br /&gt;                  Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952,&lt;br /&gt;                  Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" title="http://www.ristek.go.id" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6430553027625442031-8265745795710291188?l=infokebun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/8265745795710291188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6430553027625442031&amp;postID=8265745795710291188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/8265745795710291188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/8265745795710291188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/2008/06/budidaya-domba.html' title='Budidaya Domba'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-2460581815830315971</id><published>2008-06-11T15:13:00.001+07:00</published><updated>2008-06-11T15:26:01.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangkrik'/><title type='text'>Budidaya Jangkrik</title><content type='html'>&lt;table style="font-family: verdana;" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="123"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dewasa ini pada masa                krisis ekonomi di Indonesia, budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus)                sangat gencar, begitu juga dengan seminar-seminar yang diadakan                dibanyak kota. Kegiatan ini banyak dilakukan mengingat waktu yang                dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan                waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk                pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan                2- 3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan,                sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik                betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Penyebaran jangkrik di Indonesia adalah merata, namun untuk kota-kota                besar yang banyak penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat                tergantung untuk mengkonsumsi jangkrik yang berasal dari alam, lama                kelamaan dengan berkurangnya jangkrik yang ditangkap dari alam maka                mulailah dicoba untuk membudidayakan jangkrik alam dengan diternakkan                secara intensif dan usaha ini banyak dilakukan dikota-kota dipulau                jawa.&lt;/span&gt;               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Telah diutarakan didepan                bahwa untuk sementara ini, sentra peternakan jangkrik adalah dikota-kota                besar dipulau jawa karena kebutuhan dari jangkrik sangat banyak.                Sedangkan diluar pulau jawa sementara ini masih banyak didapatkan                dari alam, sehingga belum banyak peternakan-peternakan jangkrik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada lebih dari 100                jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak dibudidayakan                pada saat ini adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus, untuk                pakan ikan dan burung. Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk                tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping                itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung,                serta penampilannya yang tenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangkrik segar yang                sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay,                kacer dan hwambie serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan                udang dan lele dalam bentuk tepung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1) Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi                udara yang baik.&lt;br /&gt;              2) Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan                raya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;              3) Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1740"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="1740" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut Farry, 1999,                ternak jangkrik merupakan jenis usaha yang jika tidak direncanakan                dengan matang, akan sangat merugikan usaha. Ada beberapa tahap yang                perlu dilakukan dalam merencanakan usaha ternak jangkrik, yaitu                penyusunan jadwal kegiatan, menentukan struktur organisasi, menentukan                spesifikasi pekerjaan, menetapkan fasilitas fisik, merencanakan                metoda pendekatan pasar, menyiapkan anggaran, mencari sumber dana                dan melaksanakan usaha ternak jangkrik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;             &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="312" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana                      dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari,                      maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari,                      jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Sebaiknya dihindarkan                      dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi untuk kandang peneluran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka                      dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan                      daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun                      dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping                      untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding                      atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling                      agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup                      kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk                      menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan                      jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai                      dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.                      Menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman peternak,                      bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian                      30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso,                      namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat                      dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang                      paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk                      menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak                      dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk                      yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang                      dilumurkan ditiap kaki penyangga.&lt;/span&gt;                                                               &lt;/div&gt;                                    &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="200"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="200"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Peyiapan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                          &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan                              haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut                              atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon                              induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik                              yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya                              memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun&lt;br /&gt;                            induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam                              bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan                              induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih                              agresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk                              jantan yang adalah sebagai berikut:                              &lt;/span&gt;                             &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="54" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td width="97%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Indukan                                      : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.&lt;br /&gt;                                  - kedua kaki belakangnya masih lengkap.&lt;br /&gt;                                  - bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan                                    sehat.&lt;br /&gt;                                  - badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.&lt;br /&gt;                                  - pilihlah induk yang besar.&lt;br /&gt;                                  - dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan                                    zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Induk jantan :&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- selalu mengeluarkan                                      suara mengerik.&lt;br /&gt;                                    - permukaan sayap atau punggung kasar dan                                      bergelombang.&lt;br /&gt;                                    - tidak mempunyai ovipositor di ekor.&lt;br /&gt;                                    - Induk betina:&lt;br /&gt;                                    - tidak mengerik.&lt;br /&gt;                                    - permukaan punggung atau sayap halus.&lt;br /&gt;                                    - ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan                                      telur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan Bibit dan Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan jangkrik yang sudah                              dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus                              benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya,                              karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau                              makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi                              kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu                              juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu,                              yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk                              mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan                              jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan                              antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta                              diberikan bergantian setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistem Pemuliabiakan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sampai saat ini pembiakan Jangkrik                              yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan                              dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang                              alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko                              dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya                              mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya                              sehingga daya tetasnya rendah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reproduksi dan Perkawinan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Induk dapat memproduksi telur                              yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila                              diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak                              mempunyai ramuanramuan yang khusus diberikan pada                              induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan                              item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang                              ditambah dengan vitamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat                              alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen                              putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering                              seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan                              kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau                              tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan                              media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan                              antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur                              yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah                              selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan                              dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian                              kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik                              (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat                              juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi                              kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya                              tetas).&lt;/span&gt;                                                          &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses Kelahiran&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebelum penetasan telur sebaiknya                              terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam                              kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang                              lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok                              teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan                              berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses                              ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari                              bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus                              dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur                              harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur                              akan menetas merata sekitar 4-6 hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                        &lt;/div&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="237" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti telah dijelaskan diatas                            bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi                            merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari                            adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang,                            maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada                            baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi                            lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang                            diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan                            kedalam kaleng yang berisi air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pengontrolan Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk pembesaran jangkrikn dipilih                            jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit.                            Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang                            berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang                            dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena                            kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya                            penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan Ternak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan jangkrik disamping kondisi                            kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya,                            yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya                            adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anakan umur 1-10 hari                            diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang                            kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan.                            Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran                            disamping jagung muda dan gambas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi                            pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang                            tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan                            airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk                            ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung,                            tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan                            beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi                            satu.&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemeliharaan Kandang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti                          setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan                          serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam                          kandang.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit,                      Hama dan Penyebabnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang                      jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel                      di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah                      semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun                      tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama                      pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat                      kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk                      pada kaki kandang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara                      prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum                      mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="118"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;             &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil                      Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang                      nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual                      untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung                      dan ikan serta untuk tepung jangkrik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau                    tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah.                    Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh                    telur yang kemudian untuk diperjual belikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari                    dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan                    tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual. &lt;/span&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="22"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ---&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1136"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="949" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="949" width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Perkiraan analisis usaha domba selama 136 hari di Bogor tahun                    1995 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya produksi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1" width="59%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya Tidak Tetap&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/td&gt;                       &lt;td width="34%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Indukan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Induk Jantan 1.000 ekor @ Rp.700,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp .   700.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Induk Betina 5.000 ekor @ Rp. 500,-                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 2.500.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Makanan dan Vitamin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Sayuran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    100.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Konsentrat 10 kg @ Rp.5.000,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      50.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Vitamin 10 btl @ Rp. 5.000,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      50.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tenaga Kerja 60 HOK @ Rp. 10.000,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    600.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya Tetap&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bunga modal Investasi 20 %/ th &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    118.916,67&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bunga biaya tidak tetap 20 %/ th &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    133.333,33&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Penyusutan kotak &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      38.583,33&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Penyusutan alat &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        7.875,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Pemeliharaan kotak + alat 5 %/ th &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.        2.322,92&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="3%"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Sewa Lokasi &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    250.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Listrik &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      50.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                         Jumlah biaya produksi &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 4.601.031,25,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                         Pendapatan 830 sdm @ Rp. 10.000,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 8.300.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                         Keuntungan &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 3.698.968,75&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="3%"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                         Parameter kelayakan usaha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                         - B/C ratio &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;= 1,8&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                    Berikut ini adalah analisis usaha pembesaran jangkrik sebanyak                      100 kotak untuk 1 periode pada tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya Produksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="34%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="59%"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya Tidak Tetap&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Telur 100 sdk @ Rp.10.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.  1.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Makanan dan Vitamin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Sayuran &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.     300.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Konsentrat50 kg @ Rp. 5.000,-                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.     250.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Vitamin50 btl @ Rp. 5.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.     250.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Tenaga Kerja300 HOK @ Rp.10.000,-                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.  3.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya Tetap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bunga modal Investasi 20 %/ th&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rp.     360.800,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Bunga biaya tidak tetap 20 %/                              th &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.     240.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Penyusutan kotak &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.     455.625,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Penyusutan alat + bahan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.       71.375,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Pemeliharaan kotak 5 %/ th &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.       52.700,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Sewa Lokasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rp.     375.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Listrik &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.       50.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.  6.404.700,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Penghasilan 830 sdm @ Rp. 10.000,-                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.12.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Keuntungan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.  5.595.300,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Parameter kelayakan usaha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- B/C ratio &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;= 1,87&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Penggunaan pestisida yang selama ini didapati pada lahan-lahan                      pertanian merupakan salah satu penyebab berkurangnya populasi                      jangkrik, demikian juga penangkapan jangkrik dialam yang dilakukan                      selama ini membuat penurunan drastis jumlah populasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Dengan alasan-alasan tersebut dan naiknya permintaan jangkrik,                      maka peternak tidak membiarkan begitu saja kesempatan untuk                      memperoleh keuntungan dengan membudidayakan jangkrik dengan                      intensif karena dengan waktu yang relatif singkat untuk memelihara                      jangkrik sudah mendapat keuntungan yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Dengan semakin banyaknya peternak-peternak jangkrik ini, permintaan                      untuk telur jangkrik semakin besar juga, jadi banyak peternak                      yang hanya memproduksi telur jangkrik karena resikonya lebih                      kecil dan lebih cepat lagi mendapatkan laba untuk sekitar                      25-30 hari, dibandingkan proses pembesaran sampai dengan 3                      bulan.&lt;/span&gt;                                          &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;11.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anonim, Bisnis Telur Jangkrik,                      Info Peluang No. 33, Edisi 1 Juli 1999&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;----------, Beternak Jangkrik Ala Samin,                      Info Agribisnis Trubus No.354, Edisi Mei 1999&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;----------, Jangkrik Peliha Untuk Tangkar,                      Info Agribisnis Trubus No. 355, Edisi Juni - 1999.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;----------, Langkah Demi Langkah Beternak                      Jangkrik Produktif, Info Agribisnis Trubus-No. 356, Edisi                      Juli 1999.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adihendro, Rahasia Beternak Jangkrik,                      Ardy Agency, Jakarta, 1999.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Arnett, Russ H., Jr. and Richard L. Jacques.,                      Jr, Guide To Insects ( New York : Simon - and Schuster Inc.,                      1981)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Borror, Donald J., Charles A. Triplehorn,                      Norman F. Johnson, Pengenalan Pelajaran -&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Serangga, Edisi 6, terjemahan Soetiyono                      Partosoedjono ( Yagyakarta; Universitas-Gajah Mada Press,                      1992 ).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Paimin B. Farry dan Pudjastuti L.E, Sukses                      Beternak Jangkrik, Penebar Swadaya, Jakarta, 1999.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;12.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;              &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;                  Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek,&lt;br /&gt;                  Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,&lt;br /&gt;                  Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952,&lt;br /&gt;                  Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" title="http://www.ristek.go.id" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6430553027625442031-2460581815830315971?l=infokebun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokebun.blogspot.com/feeds/2460581815830315971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6430553027625442031&amp;postID=2460581815830315971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/2460581815830315971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6430553027625442031/posts/default/2460581815830315971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokebun.blogspot.com/2008/06/budidaya-jangkrik.html' title='Budidaya Jangkrik'/><author><name>Flora_Fauna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12393563797989234871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6430553027625442031.post-3663910268750826779</id><published>2008-06-11T15:10:00.000+07:00</published><updated>2008-06-11T15:11:16.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kataternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kodok'/><title type='text'>Budidaya Kodok</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" class="bg" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/kodok.jpg" border="1" height="183" width="273" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;table style="font-family: verdana;" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;            &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Budidaya kodok telah                dilakukan di beberapa negara, baik negara beriklim panas maupun                beriklim 4 musim. Tercatat negara-negara Eropa yang telah membudidayakan                kodok antara lain : Prancis, Belanda, Belgia, Albania,&lt;br /&gt;              Rumania, Jerman Barat, Inggris, Denmark dan Yunani, Amerika Serikat                dan Meksiko. Sedangkan di Asia, Cina, Bangladesh, Indonesia, Turki,                India dan Hongkong yang telah membudidayakan kodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Sejarah kodok tidak diketahui asalnya, karena hampir ditemukan di                manamana, karena kemampuannya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan                sekitarnya. Kodok yang banyak dibudidayakan di Indonesia (Rana catesbeiana                ) berasal dari Taiwan, kendati kodok itu semula berasal dari Amerika                Selatan.&lt;/span&gt;               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mulanya uji coba budidaya kodok dilakukan              di Klaten (Balai bibit ikan), yang kemudian meluas ke Jawa tengah.              Di Jawa Barat pembudidayaan kodok banyak ditemui di daerah pesisir              Utara, disamping membudidayakan kodok masyarakat pesisir Utara juga              menangkap dari alam. Kemudian di Sumatera Barat dan Bali juga merupakan              sentra pembudidayaan kodok.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kodok tergolong dalam                ordo Anura, yaitu golongan amfibi tanpa ekor. Pada ordo Anura terdapat                lebih dari 250 genus yang terdiri dari 2600 spesies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Terdapat 4 jenis kodok asli Indonesia yang di konsumsi oleh masyarakat                kita yaitu:               &lt;/span&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rana Macrodon (kodok hijau),                        yang berwarna hijau dan dihiasi totol-totol coklat kehijauan                        dan tumbuh mencapai 15 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rana Cancrivora (kodok sawah ), hidup                        di sawah-sawah dan badannya dapat mencapai 10 cm, badan                        berbercak coklat dibadannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rana Limnocharis (kodok rawa), mempunyai                        daging yang rasanya paling enak, ukurannya hanya 8 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rana Musholini (kodok batu/raksasa).                        Hanya terdapat di Sumatera, terutama Sumatera Barat. mencapai                        berat 1.5 kg. Dan panjang mencapai 22 cm.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="36"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="isi" height="36" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Daging kodok adalah sumber protein hewani yang                tinggi kandungan gizinya. Limbah kodok yang tidak dipakai sebagai                bahan makanan manusia dapat dipakai untuk ransum binatang ternak,                seperti itik dan ayam. Kulit kodok yang telah terlepas dari badannya                bisa diproses menjadi kerupuk kulit kodok. Kepala kodok yang sudah                terpisah dapat diambil kelenjar hipofisanya dan dimanfaatkan untuk                merangsang kodok dalam pembuahan buatan. Daging kodok dipercaya                dapat menyembuhkan beberapa penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="36"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="36" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt;                &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketinggian lokasi yang ideal untuk budidaya                        kodok adalah 1600 dpl.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanah tidak terlalu miring namun dan                        tidak terlalu datar, kemiringan ideal 1- 5%, artinya dalam                        jarak 100 m jarak kemiringan antara ujung-ujungnya 1-5 m.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Air yang jernih atau sedikit tercampur                        lumpur tersedia sepanjang masa. Air yang jernih akan memperlancar                        proses penetasan telur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kodok bisa hidup di air yang bersuhu                        2–35 drajat C. Suhu saat penetasan telur ialah anata                        24–27 derajat C, dengan kelembaban 60–65%. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Air mengandung oksigen sekitar 5-6 ppm,                        atau minimum 3 ppm. Karbondioksida terlarut tidak lebih                        dari 25 ppm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;                      &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dekat dengan sumber air dan diusahakan                        air bisa masuk dan keluar dengan lancar dan bebas dari kekeringan                        dan kebanjiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1852"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="120" valign="top"&gt;              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel"&gt;                  &lt;td height="1" valign="top" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="120" valign="top" width="96%"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan                      Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td height="560" width="4%"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kolam&lt;br /&gt;                            Dalam proses pembuatan kolam, tidak boleh hanya menggali                              atau menimbun saja melainkan harus menggabungkan keduanya                              sehingga akan mendapatkan bentuk dan konstruksi kolam                              yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Untuk memasukkan air ke dalam kolam diperlukan saluran                              yang konstruksinya dibuat dari pasangan bata merah                              atau batako yang diperkuat dengan semen dan pasir.                              Bentuk dari saluran ini biasanya trapesium terbalik                              dan pada beberapa tempat pemasukan air ke kolam dibuat                              kobakan kecil untuk menjebak air agar mudah masuk                              kedalam kolam-kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Kolam yang diperlukan antara lain: kolam perawatan                              kodok, kolam penampungan induk sebelum dikawinkan,                              kolam pemijahan, kolam penetasan, kolam perawatan                              kecebong, kolam pembesaran percil dan kolam pembesaran                              kodok remaja. Kebutuhan kolam ini masih ditambah dengan                              kolam pemeliharaan calon induk.                              &lt;/span&gt;                                                          &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td width="97%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kolam Perawatan                                      Kodok&lt;br /&gt;                                    Luasnya 15 meter persegi dengan ukuran 3 x                                      5 m, yang terdiri dari dinding tembok 0,40                                      m dan dinding kawat plastik setinggi 1 m,                                      lantainya terbuat dari semen dan bata yang                                      terdiri dari 2/3 bagian kolam terisi air setinggi                                      10-15 cm dan 1/3 bagian kering.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kolam Pemijahan.&lt;br /&gt;                                    Kolam dibuat dari semen dan diatasnya dinding                                      kawat plastik. Kedalaman air di kolam ini                                      sekitar 0,30–0,40 m dan ditengahnya                                      dibuatkan daratan. Padat pemeliharaan 15 ekor                                      setiap meter perseginya, dengan perbandingan                                      tiga betina dan satu jantan. Supaya lebih                                      nyaman, sebaiknya lantai daratan tengah tidak                                      berlumpur, dan kolam ditanami enceng gondok.                                      Sediakan makanan berupa ikan kecil, ketam                                      dan bekicot Masa kawin ditandai dengan suara                                      merdu. Tak lama kemudian, telur mereka mengambang                                      di air kolam dan segera dipindahkan ke kolam                                      penetasan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kolam Penetasan&lt;br /&gt;                                    Kolam penetasan dibuat beberapa buah, dari                                      tembok dengan air sedalam 30 cm dan air mengalir                                      atau diberi aerasi yang luas. Luas kolam seluruhnya                                      10 m2 .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kolam Kecebong&lt;br /&gt;                                    Terdiri dari beberapa kolam yang masing-masing                                      luasnya berkisar anta 5 m2–6 m2, dengan                                      dasar lantai terbuat dari semen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kolam Kodok Muda&lt;br /&gt;                                    Di kolam ini kodok yang dipelihara berumur                                      kurang dari 2 bulan. Dibuat beberapa buah                                      dengan masing-masing luasnya 15 m2, dengan                                      dinding tembok dan kawat. Lantai miring dengan                                      daerah air 1/3 bagian dengan kedalaman 15–35                                      Cm.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td height="60"&gt;                                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kolam Kodok Dewasa.&lt;br /&gt;                                    Pada kolam ini kodok sudah berusia antara                                      2–6 bulan. Kolam yang diperlukan terdiri                                      dari 2, dengan masing masing luas kira–kira                                      20 m2 , dengan konstruksi dasar dan dinidng                                      tembok dan kawat. Kedalaman air yang diperlukan                                      antara 30–40 Cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mempersiapkan Kolam Produksi&lt;br /&gt;                            Bila lantai dasar kolam terbuat dari tanah, dasar                              kolam diolah dan dicangkulcangkul dan ditebari pupuk                              sampai dianggap siap huni. Kolam dibiarkan dulu tidak                              terpakai selama sebulan. Selama itu kolam dimasukkan                              air, didiamkan dan dikeluarkan berulang-ulang. Persiapkan                              alat-alat untuk membuat hujan buatan, baik dari drum                              bekas maupun dengan menggunakan springkel karena untuk                              proses perkawinan kodok biasanya terjadi pada masa                              penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Sebaiknya kolam ditanami teratai, eceng gondok, genjer                              dan ganggang yang berfungsi untuk tempat biang kodok                              bercumbu rayu dan menempelkan telurnya serta meningkatkan                              kualitas air kolam dan mempertinggi kandungan oksigen.&lt;/span&gt;                             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                        &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel"&gt;                  &lt;td height="660" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="660" valign="top"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Untuk pembudidayaan kodok yang banyak dicari adalah dari jenis                      kodok banteng Amerika (Bull frog), diamping rasanya enak juga                      beratnya bisa sampai 1,5 kg. Bisa juga jenis kodok batu dari                      Sumatera Barat yang sampai saat ini belum dibudidayakan secara                      optimal, karena masyarakat masih mengambilnya dari alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Adapun syarat ternak yang baik adalah bibit dipilih yang sehat                      dan matang kelamin. Sehat, tidak cacat, kaki tidak bengkok                      dan normal kedudukannya, serta gaya berenang seimbang. Pastikan                      kaki kodok tidak mengidap penyakit kaki merah ( red legs ).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                          &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pilihlah kodok                              yang sehat dan berukuran besar. Disamping itu perhatikan                              juga tanda-tanda kelamin sekundernya. Pisahkan induk                              berdasarkan jenis kelaminnya. Pemisahan dilakukan                              sekitar 1–2 hari dimaksudkan untuk lebih merangsang                              nafsu diantara mereka apabila saatnya mereka dipertemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Untuk induk-induk yang hendak dikawinkan sebaiknya                              diberikan makanan cincangan daging bekicot yang masih                              segar dan makanan buatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                        &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan Bibit dan Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Induk jantan dan                              betina berumur 4 bulan disuntik perangsang pertumbuhan                              Gonadotropin intramuskular dengan dosis 200-250 IU/ekor/bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistem Pemijahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;                              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td valign="top" width="639"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                                      Secara Alami&lt;br /&gt;                                    Induk jantan dan betina yang telah dipisah                                      selama 1-2 hari disatukan di kolam pemijahan.                                      Ikan liar dapat mengganggu hasil pemijahan.                                      Perhatikan agar telur kodok tidak ikut terbuang                                      air pembuangan. Di sore atau pagi hari pada                                      saat suhu mulai menurun, barulah kita perlu                                      membantu kelancaran proses pemijahan, yaitu                                      dengan membuat hujan buatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistem Hipofisasi&lt;br /&gt;                                    Cara mutakhir untuk memijahkan kodok adalah                                      dengan cara sistem kawin suntik menggunakan                                      ekstrak kelenjar hipofisa untuk merangsang                                      kodok agar kawin sesuai waktu yang kita inginkan.                                      Dengan sistem ini kita bisa mengintensifkan                                      pembenihan, mengurangi kematian, merawat telur-telur&lt;br /&gt;                                    kodok yang telah dibuahi dalam tempat tersendiri,                                      memberi jaminan bahwa telur-telur akan terbuahi                                      oleh sperma seluruhnya dan tidak memerlukan                                      hujan buatan.&lt;br /&gt;                                    Penyuntikan pada tubuh betina lazimnya pada                                      punggung, rongga perut dan bagian kepala.                                      cara penyuntikan pada rongga perut banyak                                      dipilih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reproduksi dan Perkawinan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="60"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kodok yang hendak                              disuntik ditampung pada akuarium yang diberi sedikit                              air dan ditutup dengan kawat kasa untuk memudahkan                              penangkapan. kodokkodok tersebut telah cukup umur                              dan dalam keadaan matang telur. Saat penyuntikan kodok                              dibalut dengan kain hapa agar tidak meronta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Kodok yang telah disuntik kemudian dilepas dalam akuarium                              lain dan dipantau setiap jam. Setelah 12 jam, kodok                              tadi disuntik kembali agar mereka mampu bertelur seluruhnya.                              Setelah yang betina 2 kali disuntik dan menunjukkan                              akan bertelur, maka kita mempersiapkan testis dari                              induk jantan. Sperma dikeluarkan dari testis dengan                              cara memotongnya dengan jarum kecil yang tajam dan                              dimasukkan ke cawan petri yang sudah diisi dengan                              air kolam yang bersih. Setelah air dalam cawan menjadi                              keruh dan testis sudah kosong, maka cairan testis                              dibiarkan selama 10 menit dalam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                        &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel"&gt;                  &lt;td height="436" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td valign="top"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;Pemeliharaan dilakukan pada setiap tahap pertumbuhan                      kodok, Pertumbuhan dan kesehatan kodok terrgantung pada makanan                      dan kecocokan tempat tinggalnya. Kodok diberi makan 1 kali                      sehari, air di kolam diganti dan dibersihkan seminggu sekali.                    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="102" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Telur yang sudah dibuahi, dipindahkan                            pada kolam penetasan. Kolam dibersihkan dari hama dan                            kotoran sebelum digunakan. Telur harus dipisahkan dari                            induknya sehingga telur tidak terganggu proses penetasannya                            dan tidak dimakan oleh induknya. Memindahkan telur jangan                            sampai pecah sarangnya atau lendirnya. Telur-telur akan                            menetas setelah 48–72 jam pada suhu air 24–27                            derajat C. Bila sudah menetas dipelihara pada kolam                            yang sama selama 10 hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan Ternak &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="46"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kodok muda yang telah mengalami                            metamorphose ditempatkan pada kolam permanen. Pemasukan                            dan pengeluaran air harus diberi penyaring untuk menghindari                            hama dan mencegah kodok lepas ke peraiaran umum. Padat                            penebaran 50-100 ekor/m2. Bila kita memelihara jenis                            kodok banteng yang tidak suka makanan yang tidak bergerak,                            makanan harus diletakkan dibawah aliran air/pancuran.                            Setelah berumur 3 bulan, kodok diseleksi berdasarkan                            kaki belakang, kulit dan ukuran badannya. Jumlah yang                            di seleksi 20% dari total dan dipindahkan ke kolam calon                            induk, sedangkan sisanya tetap dipelihara sampai masa                            panen pada umur 4-5 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Kodok dewasa (matang gonada) untuk bibit unggul, baik                            jantan maupun betina di suntik dengan kelenjar hiphopisa                            kodok sebanyak 1 dosis. Penyuntikan dilakukan 1 bulan                            sekali (bila memakai sistem hiphopisa) dan padat tanam                            sebanyak 20-25 ekor/m2.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terdapat berbagai macam makanan                            yang dapat diberikan untuk kodok di kolam pembesaran                            persil maupun di kolam pembesaran kodok remaja. Makanan                            percil sampai kodok dewasa berupa cincangan daging bekicot,cincangan                            daging ikan, ulat, belatung, serangga, mie, bakso dan                            berbagai benih ikan serta ketam-ketaman kecil dan lainnya.&lt;br /&gt;                          Dapat juga diberikan makanan buatan, dengan meramu makanan                            buatan kita bisa menyusun sesuai dengan tingkat umur                            kodok, yang terkadang sulit dilakukan apabila kita memberinya                            makanan yang langsung didapat dari alam. Dengan demikian                            maka problem yang sering dialami seperti ukuran makanan                            lebih besar dari lebar bukaan mulut kodok tidak perlu                            terjadi lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; Penyakit, Hama dan Penyebabnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Penyakit kodok umumnya disebabkan oleh serangan jamur dan                      bakteri. Paha kaki berwarna merah, luka dan kulit melepuh                      adalah penyakit yang menyerang kodok yang berumur 1-2 bulan,                      menular dan menyerang sistem saraf, sehingga akan mati dalam                      beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; Pencegahan Serangan Penyakit dan                      Hama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Bakteri bisa menyerang kecebong, gejalanya ekor luka dan berwarna                      putih. Penanggulangannya dengan memisahkan kecebong yang terserang,                      kolam dibersihkan dengan PK, dosis 0,05 gram/ liter 15 hari                      sekali, jangan memberikan makanan yang kandungan proteinnya                      melebihi dosis 10–15% karena perut kodok akan menjadi                      kembung. Pengobatan dengan antibiotika streptomisin/tetrasiklin,                      obat luar dengan penggunaan betadine, atau direndam dalam                      NaCl 0,15 gram/liter air selama 30 menit, diulang sampai 4                      kali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;7.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Pengobatan kaki merah dan bisul pada kodok, dengan memandikan                      kodok dalam larutan Nifurene 50–100 gram/m2 air, atau                      dengan suntikan teramisin 25 mg/kg, atau streptomycin 20 mg/kg                      berat kodok. Penyakit dubur keluar diobati dengan cara pisahkan                      dan istirahatkan 2–3 hari dan tidak diberi makan. Penyakit                      lainnya adalah dubur keluar (ambaien) pada percil (kodok muda).                      Untuk mengatasinya, populasi tidak boleh terlalu padat dan                      kolam harus bersih dan pemberian kadar kalori dalam makanan                      tidak boleh melebihi dosis 3400 cl/kg makanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Hasil utama yang dihasilkan adalah dagingnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Sedangkan hasil tambahan yang dapat diperoleh adalah dengan                        mengolah limbah hasil pemotongan untuk dijadikan silase;                        dengan penambahan propionat dan asam formiat dengan jalan                        digiling bersama sama maka makanan untuk ternak ini tahan                        hingga 2 bulan pada suhu sedang. Hasil sampingan lainnya                        adalah dengan dijadikan tepung, dimana kandungan mineral                        dan proteinnya masih cukup tinggi untuk dijadikan bahan                        tambahan pakan ternak. Kodok yang tidak dijual/afkir dapat                        diambil hiphofisanya untuk proses pemijahan berikutnya.                      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;8.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Sebelum disiangi, biasanya kodok-kodok tersebut ditempatkan                        pada penampungan. Tempat penampungan kodok bisa berupa kotak                        kayu atau bak semen yang drainasenya lancar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;             &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Proses penanganan pasca panen                juga sangatlah mudah. Untuk menjaga agar kodok tetap hidup dan segar,                maka kita bisa menggunakan karung goni atau tas kain yang dibasahi.                Pengangkutan paling aman dilakukan pada pagi hari atau sore hari.                Apabila pengangkutan dilakukan untuk jarak jauh maka perlu dibuatkan                kotak kayu yang didesain secara khusus, dan kapasitasnya disesuaikan                dengan besarnya kotak kayu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td height="552"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt;              &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="5%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" valign="top" width="95%"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Analisis                      Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    Gambaran analisis ekonomi usaha budidaya kodok lembu (rana                      catesbeiana), untuk memperkirakan keuntungan yang akan diperoleh                      dan untuk menghindari pos-pos yang tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Adapun usaha pembenihan kodok skala kecil 200 M2 dengan anggapan                      sebagai berikut:                      &lt;/span&gt;                     &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="2%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="98%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Luas Tanah : 200                              m2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Luas Kolam : 125 m2&lt;br /&gt;                            - kolam penyimpanan induk: 9 m2- kolam induk jantan:                              3m2&lt;br /&gt;                            - kolam induk betina: 3 m2&lt;br /&gt;                            - kolam pemijahan/perkawinan: 9 m2&lt;br /&gt;                            - kolam penetasan: 8 m2&lt;br /&gt;                            - kolam kecebong: 21 m2&lt;br /&gt;                            - kolam percil: 20 m2&lt;br /&gt;                            - kolam kodok dewasa: 30 m2&lt;br /&gt;                            - saluran air dan lainnya: 22 m2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah Induk.&lt;br /&gt;                            - induk betina: 6 ekor, jantan: 4 ekor&lt;br /&gt;                            - induk yang dikawinkan: 3 betina 2 jantanr&lt;br /&gt;                            - telur yang dihasilkan sebanyak + 30,000 butir/pemijahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lama pemeliharaan: 5 bulan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Frekuensi pemijahan: 3 kali /                              setahun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jenis makanan yang diberikan                              : cacing, belatung, anak ikan, cincangan bekicot,                              tepung dengan kadar protein + 35 %.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                    Sedangkan perkiraan analisis usaha ekonomi budidaya kodok                      sebagai berikut:                     &lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Modal investasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="35%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="2%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="59%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pembangunan kolam/kandang                              125 m2 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 2.500.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;alat-alat dan induk &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    500.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Modal kerja ( operasional )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya tetap&lt;br /&gt;                            - penyusutan bangunan ( 8 % )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="bottom"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    200.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- penyusutan peralatan ( 20 %) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    100.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- bunga modal ( 18 %) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    540.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- upah ( 1 orang setahun )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rp.    360.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya variabel&lt;br /&gt;                            - pakan kodok 4.500 kg @ Rp. 250,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="bottom"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 1.125.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- pakan kecebong 200 kg 2 Rp. 400,-                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.      80.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- perbaikan kandang ( 5% )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    150.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- sewa tanah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rp.      35.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- administrasi dan pemasaran &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    200.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- lain-lain &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    292.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah modal yang dibutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rp. 6.082.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penjualan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Produksi percil 45.000 ekor * @                              Rp. 100 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 4.500.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Produksi kodok niaga** 2 x 1.500                              @ Rp. 300 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp.    900.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah pemasukan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 5.400.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Biaya Operasional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Biaya tetap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rp. 1.200.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya variabel &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 1.882.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah biaya operasional &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 3.082.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pendapatan bersih sebelum pajak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 2.317.500,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pajak 15 % &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;Rp.    347.625,-&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendapatan bersih &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 1.969.875,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;P V &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;= 0,61&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Break event point ( B.E.P ) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp. 1.843.317,90&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BC &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;= 1,75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                           &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Waktu pengembalian kredit ( PPC )                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;= 1.5 tahun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="87"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" valign="top"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;                     &lt;br /&gt;                    Kodok merupakan komoditi ekspor nonmigas yang cukup potensial.                      Sejak tahun 1969 Indonesia telah mengeskpor paha kodok ke                      berbagai negar. Bahkan Indonesia sebagai negara pengekspor                      paha kodok terbesar ketiga setelah India dan Bangladesh. Kini                      semakin langkanya kodok di alam akibat pemburuan besar-besaran                      sehingga semakin berkurangnya persediaan akan daging kodok.                      Hal ini menuntut diadakannya budidaya kodok secara intensif                      untuk menghasilkan daging kodok yang masih menjadi budidaya                      ekspor yang dapat memberikan keuntungan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;11.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel"&gt;                  &lt;td height="1" valign="top" width="4%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td valign="top" width="96%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Susanto, Heru, Budidaya Kodok Unggul,                    Penebar Swadaya, jakarta 1998,126 hal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel"&gt;                  &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membudidayakan Katak Hijau di Pekarangan, Sinar                    Tani, 23 Juni 1993&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel"&gt;                  &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td valign="top"&gt;&lt;span
